Puskesmas Ini Yang Paling Banyak Manfaatkan Layanan Rujuk Pasien Online
Berbagai sistem online diterapkan di RS dr. R. Soetrasno Rembang.
Berbagai sistem online diterapkan di RS dr. R. Soetrasno Rembang.

Rembang – Semenjak Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang meluncurkan layanan rujukan online, sejak awal tahun 2017 hingga Maret 2019, ada 3.167 orang pasien dari Puskesmas yang memanfaatkan layanan tersebut.

Direktur Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang, Agus Setyo Hadi Purwanto menjelaskan dari angka tersebut, Puskesmas Kragan II menjadi Puskesmas yang menggunakan aplikasi rujukan online paling banyak, yakni 663 pasien, sedangkan paling sedikit Puskesmas Gunem hanya 3 orang pasien.

Melalui sistem itu, Puskesmas dapat mengetahui berapa jumlah tempat tidur yang kosong di rumah sakit. Begitu pula pihak rumah sakit dapat memantau sudah sampai mana mobil Puskesmas, ketika perjalanan akan merujuk pasien. Soal kendala, menurut Agus terkadang masalah sinyal jaringan internet yang jelek.

“Jadi Puskesmas sudah mempunyai perangkat tablet, mereka setiap menit bisa memantau kondisi tempat tidur di rumah sakit. Yang paling tinggi memakai rujukan online, Puskesmas Kragan. Sedangkan yang paling sedikit Puskesmas Gunem. Ya memang muda-mudahan nggak ada pasien yang harus dirujuk, “ terangnya.

Agus Setyo Hadi menambahkan kinerja layanan rumah sakit dari tahun 2015 menuju 2018 terus mengalami peningkatan. Ia mencontohkan untuk pasien rawat inap, selama tahun 2017 21.877, sedangkan tahun 2018 melambung menjadi 24.835 orang.

“Pasien rawat jalan naik, layanan operasi juga sama-sama meningkat. Saat ini kami menyiagakan 30 orang dokter spesialis, sedangkan jumlah tempat tidurnya 298, “ beber Agus.

Sementara itu, Supriyanto, seorang warga Sulang mengapresiasi berbagai inovasi yang digulirkan pihak rumah sakit. Ia menyarankan kepada manajemen rumah sakit untuk hari Sabtu dan Minggu, mestinya tetap siaga dokter spesialis, sehingga kedepan pelayanan menjadi lebih optimal.

“Sering kali Sabtu dan Minggu susah mendapatkan layanan dokter spesialis. Ya kita sadar, mereka juga butuh berlibur. Tapi apa nggak bisa, dokter spesialis yang vital, misalnya untuk anak dan bedah tetap ada yang piket digilir gitu kalau akhir pekan, “ ungkapnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *