Puluhan Lansia Diperiksa, Patelki Deteksi Dua Penyakit Yang Masuk Prolanis
Bhakti sosial di SD Banyurib, Gunem. (Gambar atas) Suasana pemeriksaan kaum Lansia di Puskesmas Gunem, oleh anggota Patelki Kab. Rembang, belum lama ini.
Bhakti sosial di SD Banyurib, Gunem. (Gambar atas) Suasana pemeriksaan kaum Lansia di Puskesmas Gunem, oleh anggota Patelki Kab. Rembang, belum lama ini.

Gunem – Kalangan lanjut usia (Lansia) selama ini rentan berbagai jenis penyakit. Apalagi bagi Lansia di pelosok pedesaan yang kurang mendapatkan akses layanan kesehatan. Kondisi tersebut memicu Persatuan Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Rembang, ikut turun tangan membantu kerja Puskesmas.

Seperti yang digelar Patelki Kabupaten Rembang, baru-baru ini. Mereka datang ke Puskesmas Gunem, untuk melakukan pemeriksan kadar gula darah dan darah tinggi puluhan Lansia, guna mendeteksi penyakit diabetes mellitus dan asam urat.

Ketua Persatuan Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Rembang, Dwi Susilo menuturkan selama di Puskesmas Gunem, pihaknya fokus memeriksa warga lanjut usia yang masuk Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis.

“Selain di Puskesmas Gunem, kami juga adakan bhakti sosial bersih-bersih Pantai Caruban Gedongmulyo Lasem, kemudian cek golongan darah di SD Banyurib Gunem, sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak SD, cara mencuci tangan dan batuk yang benar. Ini untuk menyemarakkan HUT Patelki ke-33, “ ungkapnya.

Seorang peserta warga Kec. Gunem, Sudarno mengakui tanpa ada pemeriksaan, untuk mengecek gula darah memang sulit. Kadang ketika gula darah naik, pasien hanya merasakan sering buang air kecil dan badan lemas. Ia menganggap pemeriksaan rutin semacam ini sangat bermanfaat.

“Minimal kita ada wadah untuk berkumpul. Kedua, kita bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Habis senam bareng, dicek. Jadi besar sekali manfaatnya, kesehatan Lansia jadi terkontrol, “ kata Sudarno.

Sementara itu, Yuanita Nurhayati, Kepala Puskesmas Gunem mengatakan pihaknya sendiri mempunyai program khusus bagi kaum lanjut usia. Setiap Jum’at melakukan senam bersama, setelah itu diadakan pengecekan kondisi kesehatan mereka. Begitu pengurus Patelki datang, menurutnya bisa membantu mendeteksi gangguan penyakit, terutama penyakit gula dan asam urat.

“Kami punya concern terhadap temen-temen yang menderita penyakit kronis, seperti DM dan hipertensi. Ditambah dengan kehadiran Patelki, Alhamdulilah tentu sangat bermanfaat sekali. Bisa saling melengkapi, “ terangnya.

Setelah berlangsung di sejumlah lokasi, Persatuan Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Rembang, nantinya ingin menjadikan aktivitas bhakti sosial sebagai kegiatan rutin. Selain untuk meringankan beban warga, upaya itu juga mengemban misi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *