Tagana, Menikmati Ulang Tahun Di Lokasi Bencana
Lokasi longsor di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan. (Gambar atas) Tagana merayakan ulang tahunnya ke-15, dengan membuka dapur umum di Desa Sidorejo.
Lokasi longsor di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan. (Gambar atas) Tagana merayakan ulang tahunnya ke-15, dengan membuka dapur umum di Desa Sidorejo.

Sedan – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong supaya Taruna Siaga Bencana (Tagana) kedepan lebih tanggap, ketika terjadi bencana alam, utamanya di wilayah Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Sri Wahyuni mengatakan saat ini jumlah personel Tagana se Kabupaten Rembang sebanyak 43 orang. Ia berharap manakala ada peristiwa bencana, Tagana dapat bergerak lebih cepat dalam membantu masyarakat korban bencana.

“Alhamdulilah selama ini kami suport, agar Tagana kedepan lebih baik kinerjanya. Kan sudah ada 43 orang, semoga saja ketika ada bencana, mereka akan semakin tanggap, “ ujarnya.

Sri Wahyuni menambahkan Tagana tahun ini genap berusia 15 tahun. Momen ulang tahun Tagana diperingati dengan kegiatan nyata, membantu korban bencana longsor di pinggir sungai Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, hari Jum’at (05/04). Dari tiga rumah warga yang terancam, 1 diantaranya paling parah. Tagana membuka dapur umum dengan mengoptimalkan keberadaan mobil khusus yang bisa dimanfaatkan untuk memasak. Selain membantu korban bencana di Kabupaten Rembang, personel Tagana juga beberapa kali terjun langsung ketika terjadi bencana alam di luar daerah.

“Kita berada di Desa Sidorejo Kec. Sedan, menyiapkan makanan bagi yang kerja bhakti membuat tebing darurat, agar longsor nggak menggerus rumah penduduk. Beberapa waktu lalu, Tagana juga membantu bencana tsunami Selat Sunda dan gempa di Nusa Tenggara Barat. Artinya, pergerakan Tagana sangat ditunggu dan dibutuhkan masyarakat, “ imbuh Sri.

Sementara itu, salah satu personel Tagana dari Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Moch. Lilik Wijanarko menyebutkan pada prinsipnya ketika bencana alam terjadi, masyarakat memiliki tanggung jawab membantu. Hal itu merupakan bagian tugas Tagana, untuk menularkan virus kepedulian terhadap sesama.

“Semakin banyak relawan semakin bagus. Tagana sendiri juga terus melakukan regenerasi kok. Sekarang yang muda-muda banyak, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *