Kasus Balita Hilang : TNI/Polri Adakan Penyisiran Ulang, Dalam Sumur pun Dicek
Anggota Polsek dan Koramil Sarang menyisir perkampungan sekitar rumah korban hilang. Bahkan dalam sumur pun turut dilihat.
Anggota Polsek dan Koramil Sarang menyisir perkampungan sekitar rumah korban hilang. Bahkan dalam sumur pun turut dilihat.

Sarang – Pihak pemerintah desa Temperak Kecamatan Sarang, bersama dengan anggota Polsek dan Koramil Sarang, Rabu sore (03/04) menggelar penyisiran di kawasan RT 04 RW 02, untuk mencari keberadaan Alfi Khairunafiah, bocah balita berusia 2,5 tahun yang hilang. RT 04 RW 02 merupakan wilayah sekitar tempat tinggal Alfi.

Tidak hanya bagian dalam rumah warga yang dicek, tetapi rumah-rumah kosong tanpa penghuni, maupun gudang-gudang ikan, semua disisir. Kepala Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Nur Safi beralasan pencarian tersebut, mengacu informasi dari orang pintar yang menyebutkan Alfi masih berada di sekitar rumahnya. Nur menambahkan dari sekira 50 an rumah yang diperiksa, Alfi Khairunafiah belum berhasil ditemukan.

“Kita dampingi anggota TNI/Polri mendatangi satu per satu rumah warga. Semua dimasuki, termasuk rumah kosong maupun gudang ikan. Tapi kami tetap minta izin sama yang punya. Sebenarnya anak ini sering digendong neneknya kok, sangat jarang main sendiri. Jadi nggak mungkin kalau sampai tenggelam di laut misalnya, “ kata Kades.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Sarang, AKP I Made Hartawan menyatakan pencarian ulang itu sebagai sarana untuk semakin meyakinkan bahwa Alfi Khairunafiah tidak berada di kawasan RT 04 RW 02 Desa Temperak. Menurut Made, selain upaya penyelidikan, polisi juga terus menyebarkan informasi anak hilang melalui jaringan group media sosial. Namun sampai Kamis siang (04 April 2019) belum ada titik terang.

“Segala daya dan upaya kita lakukan. Begitu pula ketika ada pencarian ulang, kita sama anggota Koramil datang ke Temperak mas. Dari siang sampai sore nyari, “ terangnya.

Kapolsek menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah Alfi hilang karena diculik atau disebabkan faktor lain. Ia beralasan keterangan saksi di sekitar TKP hilangnya Alfi sangat minim, sehingga menyulitkan polisi melakukan pendalaman. Polisi tentu tak bisa berandai-andai, mengikuti asumsi masyarakat yang berkembang.

“Belum berani menyimpulkan. Saya nggak bisa berandai-andai kenapa. Soalnya keterangan saksi minim sekali. Apalagi menyangkut penculikan, belum berani kita, “ tandasnya.

Sebagaimana kami beritakan, seorang balita berumur 2,5 tahun bernama Alfi Khairunafiah, warga Desa Temperak Kecamatan Sarang, hilang sejak hari Minggu (31 Maret 2019) lalu. Alfi yang mengenakan perhiasan gelang dan kalung senilai jutaan rupiah ini, terakhir kali diketahui sedang bermain sendirian di depan rumah neneknya, Zaenab. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *