Milenial Dan Alam, Ada 3 Masalah Yang Ditekankan
Peserta LCC menanam pohon di dekat Waduk Panohan Gunem. (Gambar atas) Isteri Bupati, Hasiroh Hafidz berdialog dengan peserta LCC.
Peserta LCC menanam pohon di dekat Waduk Panohan Gunem. (Gambar atas) Isteri Bupati, Hasiroh Hafidz berdialog dengan peserta LCC.

Gunem – Anak-anak dan generasi milenial di Kabupaten Rembang, didorong untuk semakin memberikan perhatian terhadap kelestarian lingkungan alam. Salah satunya melalui aktivitas Leadership Child Camp (LCC) 2019 yang dipusatkan di Waduk Panohan, Desa Panohan, Kecamatan Gunem.

Sekretaris panitia kegiatan LCC, Alisa Triana Waluyaningsih mengatakan ratusan pelajar tingkat SD, SMP dan SMA ikut dalam kegiatan kali ini. Selain melatih kepemimpinan, ajang tersebut juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda untuk memperhatikan keseimbangan alam. Mulai dari memanfaatkan sumber daya air dan sumber anergi secara efektif, kemudian menggelar tanam pohon, sebagai bentuk para pelajar berpartisipasi mewujudkan daerah hijau.

“LCC ini berbasis sekolah dan berakhir pada hari Sabtu (30/03). Kebetulan beliau isteri bapak Bupati dan Wakil Bupati ikut hadir. Kita pengin meningkatkan peran anak dalam berorganisasi, sebagai sukses pelajar maupun wahana perjuangan anak secara bersama-sama, “ ujar siswi kelas X SMA N I Pamotan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Suharso menjelaskan selama berlangsung kegiatan, ada tiga masalah yang ditekankan kepada para peserta. Diantaranya meliputi pemakaian air, menambah penghijauan dan mengelola sampah.

“Mereka mempelajari bagaimana menggunakan dan mengendalikan air, kemudian kalau kita menanam, apa yang dihasilkan. Tentunya oksigen yang dibutuhkan umat manusia. Begitu juga soal sampah, ternyata kalau nggak dikendalikan, sampah juga mengganggu manusia. Intinya seperti itu, “ kata Suharso.

Suharso menambahkan dipilihnya Waduk Panohan karena lokasi tersebut tepat untuk menggambarkan gabungan antara air dan hutan. Lebih lanjut ia berharap semangat dari kalangan milenial di Waduk Panohan ini, dapat menular ke daerah lain. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *