Pemilu : Bupati Singgung Netralitas ASN, Kapolres Beberkan Inovasi
Kendaraan peserta apel pasukan memulai konvoi keliling kota, Jum’at pagi. (Gambar atas) Bupati didampingi Kapolres dan Komandan Kodim memeriksa pasukan yang akan mengamankan Pemilu 17 April.
Kendaraan peserta apel pasukan memulai konvoi keliling kota, Jum’at pagi. (Gambar atas) Bupati didampingi Kapolres dan Komandan Kodim memeriksa pasukan yang akan mengamankan Pemilu 17 April.

Rembang – Meningkatnya politik identitas dan penyebaran berita bohong atau hoax, menjadi kerawanan yang paling diwaspadai, menjelang Pemilu 17 April 2019.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan hal itu, saat apel gelar pasukan dalam rangka menghadapi Pemilu, di Jl. Kartini Rembang, Jum’at pagi (22 Maret 2019). Hafidz yang membacakan sambutan Menko Polhukam, menyampaikan bahwa Bawaslu dan Polri sudah mengeluarkan indeks kerawanan Pemilu. Salah satunya berita bohong yang marak beredar, terutama di media sosial. Berita bohong bertujuan politis untuk menyingkirkan lawan politik. Akibatnya iklim demokrasi menjadi tidak sehat, serta merusak persatuan bangsa.

“Kerawanan ini diprediksi akan timbul. Dari sisi penyelenggaraan, keamanan dan ketertiban masyarakat. Saya mengajak seluruh stake holder untuk mengenali, menemukan dan menetralisir kerawanan tersebut. Misalnya penyebaran berita bohong atau hoax, “ tuturnya saat membacakan sambutan.

Usai apel, Bupati juga menyoroti tentang netralitas aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas, jika ASN terbukti menggiring dukungan yang dapat menguntungkan peserta Pemilu tertentu.

“Sejauh ini belum ada ASN yang seperti itu. Tiap rapat koordinasi, selalu kita ingatkan, ASN harus netral. Lha kalau ada pelanggaran, akan kami beri sanksi, “ imbuh Bupati.

Sementara itu, Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menuturkan pada masa kampanye rapat umum, antara tanggal 24 Maret sampai dengan 13 April 2019, pihaknya melakukan inovasi jemput bola. Bagi peserta Pemilu yang akan mengajukan izin, tidak perlu mengurus langsung ke Polres. Tetapi Satuan Intel mengerahkan petugas penghubung, guna membantu mengurus surat tanda terima pemberitahuan (STTP), sehingga akan menjadi lebih cepat dan mudah.

“Mereka harus tetap mengajukan izin, jangan sampai nggak izin. Tapi tim dari kami yang akan mencari dan menghubungi mereka. Mereka nggak perlu susah – susah mencari kami, “ kata Kapolres.

Di tempat yang sama, Komandan Kodim Rembang, Letkol Andi Budi Sulistyanto menyatakan pihaknya siap membackup Polres Rembang, dalam mengamankan Pemilu. Kodim menyiagakan 261 orang personel. Tekhnisnya, setiap 2 anggota Babinsa mengcover 27 tempat pemungutan suara (TPS).

“Masing – masing dua orang Babinsa membuat Posko. Mereka memantau di 27 TPS, menjelang, selama pemungutan hingga pasca penghitungan suara, “ tandasnya.

Sebagai penutup apel gelar pasukan, seluruh kendaraan yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu menggelar konvoi dari Perempatan Jaeni dan keliling sejumlah ruas jalan di dalam kota Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *