Pekerja Dari Background Pendidikan, Bupati Beberkan Angkanya
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat mengunjungi SMP N I Sluke, belum lama ini.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat mengunjungi SMP N I Sluke, belum lama ini.

Rembang – Kecanggihan tekhnologi belakangan ini membuat kalangan pelajar harus lebih giat menyesuaikan perkembangan. Kalau tidak, maka akan semakin ketinggalan.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan saat ini sudah memasuki era digital. Semua serba mengandalkan ilmu. Ia mencontohkan dulu petani menggunakan alat cangkul. Namun sekarang sudah memakai traktor. Bisa saja kelak memanfaatkan piranti yang jauh lebih modern. Hafidz memacu semangat para kawula muda, agar tidak sekedar menjadi buruh.

“Sekarang digitalisasi sudah jadi kebutuhan. Kalau nggak mengikuti perkembangan, ya anda jadi buruh terus. Jadi buruh saja, kesulitan cari tempat. Intinya kalau nggak punya ilmu, pasti akan ketinggalan, “ kata Bupati.

Hafidz menambahkan para pekerja di Kabupaten Rembang, hampir 75 % lulusan SMP. Kemudian lulusan SMA sekira 10 % dan sarjana 3 %. Kondisi tersebut menunjukkan sumber daya manusia (SDM) belum mumpuni.

Meski demikian latar belakang pendidikan tak sepenuhnya mempengaruhi. Justru yang terpenting adalah kemauan untuk mau maju. Ia mencontohkan industri rumahan di Desa Tritunggal dan Pasar Banggi diisi tenaga pendidikan rendah, tetapi mampu berkembang. Mereka memasarkan produk secara online. Bahkan perwakilan warga yang menggeluti industri rumahan sempat diundang Presiden RI, Joko Widodo di Jakarta, belum lama ini.

“Kemarin saya ditemui warga yang mengembangkan industri rumahan. Bilangnya pak saya kok dredhek, mau dipanggil pak Presiden. Tak jawabi nggak usah ndredhek, wong tiket pesawat, hotel dicukupi. Mulih – mulih disangoni. Malah saya pacu, yang penting ide – ide bisa terus mengalir, “ ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan dan peluang kerja saling terkait. Tahun ini, Pemkab Rembang fokus memprioritaskan percepatan pembangunan kampus perguruan tinggi Undip di sekitar GOR Rembang dan menambah perusahaan – perusahaan yang mampu menampung banyak tenaga kerja. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *