Longsor Sisakan Masalah Baru, Pihak Desa Mengakui Sulit
Pemilik rumah yang tertimpa longsor, Waskinatul Jannah berbincang dengan Kasi Trantib Kecamatan Sluke. (Gambar atas) Material tebing longsor menghancurkan dinding rumah di Desa Manggar.
Pemilik rumah yang tertimpa longsor, Waskinatul Jannah berbincang dengan Kasi Trantib Kecamatan Sluke. (Gambar atas) Material tebing longsor menghancurkan dinding rumah di Desa Manggar.

Sluke – Bencana tebing longsor yang menimpa dua rumah warga di Desa Manggar, Kecamatan Sluke, menyisakan hambatan yang sulit dipecahkan, yakni menyangkut pembersihan sisa – sisa material tebing.

Seorang perangkat desa Manggar, Abdul Syukur menjelaskan tebing longsor termasuk tebing tua, diperkirakan sudah hampir 20 an tahun. Tanda – tanda keretakan sudah lama terjadi, sehingga pemilik asli rumah, memilih pindah ke lokasi lain. Tapi rumah tersebut dibeli oleh saudaranya sendiri, Lasmudi. Lasmudi kebetulan baru pergi ke Malaysia sekira dua Minggu, bekerja sebagai TKI.

“Dulu tebing ini di samping rumah pak Marwi. Kemungkinan pak Marwi tahu resiko longsor, sehingga memilih pindah ke Dusun Dalan Anyar. Lha yang beli rumah ini Lasmudi. Tadi Lasmudi sudah telefon sama saya dari Malaysia. Ya tak sarankan untuk pulang saja, “ ungkapnya.

Abdul Syukur membenarkan pembuangan material longsoran tebing sepanjang 26 meter sangat sulit, karena terkendala tempat pembuangan. Alat berat tidak bisa masuk menuju lokasi, sehingga semua mengandalkan tenaga manual. Gotong royong selama seminggu pun, menurutnya kemungkinan belum selesai.

“Lha mau buang kemana, ini pakai tenaga manual semua. Kalau nggak bareng – bareng warga dan aparat ya sulit sekali. Lebih – lebih lokasi ini masih rawan longsor susulan. Rumah saya kebetulan juga dekat tebing, coro jawane gak iso turu sekarang mas, “ imbuh Abdul.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Ketentraman Dan Ketertiban Kantor Kecamatan Sluke, Bambang Suharyanto membenarkan kondisi geografis Desa Manggar yang berbukit – bukit, susah mencari tanah lapang, untuk membuang material tanah longsor. Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat desa, kemungkinan ada solusi. Bambang juga mengimbau warga lebih waspada, mengingat Manggar merupakan zona merah rawan longsor.

“Tentu perlu gerakan masyarakat kalau ini. Tapi ya saya ingatkan selama berada di titik – titik rawan, tetap hati – hati. Tahun 2013 lalu ada 12 titik longsor di sini, kemudian tahun 2018 ada 1 titik dan sekarang longsornya cukup besar, “ kata Bambang.

Sebelumnya, tebing longsor terjadi di Desa Manggar Kecamatan Sluke, Rabu pagi (06/03). Tebing menimpa dua rumah warga di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *