Butuh Sampai Rp 3 M, Baru Terkumpul Setengah Miliar Lebih
Bupati Rembang, Abdul Hafidz meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Desa Doropayung, Kecamatan Pancur.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Desa Doropayung, Kecamatan Pancur.

Pancur – Pembangunan Masjid memerlukan pengorbanan besar, baik pikiran, waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Hal itu mestinya diimbangi dengan peningkatan keimanan dan ketaqwaan umat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz ketika melakukan peletakan batu pertama Masjid Baitul Mukmin di Dusun Karasjajar Desa Doropayung Kecamatan Pancur, Kamis pagi (07 Maret 2019). Dalam kesempatan itu, Bupati secara pribadi menyerahkan bantuan 100 sak semen.

Bantuan 100 Sak semen juga diberikan untuk Masjid Al Muttaqin di tempat lain, namun masih di Desa Doropayung yang memang juga sedang tahap pembangunan awal. Bupati mengajak warga untuk berlomba-lomba menyumbang pembangunan Masjid, karena membangun Masjid pahalanya akan berlipat ganda. Menurutnya, berpartisipasi dalam pembangunan masjid berbeda dengan ikut membangun bangunan lain seperti rumah, gedung, maupun kantor.

Solusi Keluhan Lambung

“Ini masjid belum tentu 200 atau 300 tahun yang akan datang direnovasi hal itu kesempatan bagi warga masyarakat untuk berlomba menyumbang masjid. Yang punya uang banyak, berlomba untuk membangun masjid, yang punya tenaga berlomba membantu tenaga. Yang punya ilmu berlomba untuk memakmurkan masjid. Karena Allah SWT sudah menjanjikan, barang siapa yang membangun masjid maka akan dibuatkan rumah di surga,” kata Bupati.

Kepala Desa Doropayung, Sutanto menyatakan renovasi Masjid Baitul Mukmin dilakukan dengan mempertimbangkan usia bangunan yang sudah tua. Masjid yang lama ukurannya lebih kecil, yaitu 20 x 15 meter sehingga diperluas menjadi 30×18 meter dan berlantai 2.

Untuk sementara anggaran yang terkumpul baru Rp 550 juta, sedangkan biaya yang dibutuhkan antara Rp 2 – 3 Miliar.

“Dibangun atas dasar melihat usia masjid, karena sudah banyak yang rusak. Kita bongkar total agar kedepannya kegiatan ibadah semakin khusuk dan tenang. Seperti kemarin lokasinya agak sempit, kini kita buat tingkat agar dapat menampung banyak jamaah,” bebernya.

Selama pembangunan Masjid, masyarakat setempat secara bergilir melaksanakan gotong royong. Targetnya, 1 – 2 tahun kedepan dapat selesai. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *