“Seandainya Malam, Mungkin Akan Lain Ceritanya….”
Kondisi tanah longsor di Desa Manggar Kecamatan Sluke menimpa dua unit rumah warga, Rabu (06/03).
Kondisi tanah longsor di Desa Manggar Kecamatan Sluke menimpa dua unit rumah warga, Rabu (06/03).

Sluke – Sebuah tebing longsor di Desa Manggar, Kecamatan Sluke mengakibatkan dua rumah warga tertimpa material longsoran batu dan tanah.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.30 Wib hari Rabu (06 Maret 2019). Tebing yang longsor sepanjang 26 Meter, dengan ketinggian 7 Meter milik Lasmudi. Setelah itu menimpa rumah yang berada di bawah tebing, masing – masing ditempati Waskinatul Jannah (37 tahun) dan Sutarmi (60 tahun). Sutarmi merupakan ibunya Waskinatul Jannah, namun keduanya beda kepala keluarga (KK). Kondisi rumah rusak berat, terutama pada bagian samping. Bahkan 1 rumah bagian belakang, terpaksa harus dikosongkan.

Waskinatul Jannah bercerita saat kejadian ia kebetulan mengantar anaknya ke sekolah. Setelah itu pergi ke pasar. Tak berselang lama  diberitahu oleh tetangganya, bahwa rumahnya tertimpa longsor. Dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban.

“Ada yang nemui saya di pasar, jangan belanja mbak, saya tanya kenapa, dikabari rumah kena longsor. Saya langsung pulang. Alhamdulilah ibu saya selamat. Allah masih melindungi. Kalau seandainya kejadian tadi malam, mungkin ceritanya akan lain, “ tutur Waskinatul Jannah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Pramujo menyatakan pihaknya datang ke lokasi tanah longsor, untuk melakukan pendataan. Menyangkut tebing longsor, sudah ditutup terpal, tujuannya mengurangi potensi longsor susulan. Sedangkan rencana perbaikan, BPBD akan melaporkan kerusakan kepada pimpinan terlebih dahulu.

“Laporan dari pihak Kecamatan Sluke kami terima, langsung ditindaklanjuti dengan membantu bersih – bersih dan menyerahkan bantuan Sembako. Untuk penanganan sifatnya sementara, setelah itu yang tebing permanen, kami laporkan dulu dengan pimpinan mas. Yang jelas warga harus tetap waspada, karena kondisi lokasi masih berbahaya, “ kata Pramujo.

Hingga Rabu sore, masyarakat bahu membahu menggelar kerja bhakti memindahkan bagian bangunan rumah yang masih bisa diselamatkan. Untuk sementara Sutarmi sekeluarga mengungsi ke rumah tetangga terdekat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *