Jalan Tol Di Rembang, Bupati Beberkan Jawabannya
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan melalui “Halo Bupati”. (Gambar atas) Usai talkshow, Bupati dikerubuti para pelajar SMP N I Sluke, Selasa (05/03).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan melalui “Halo Bupati”. (Gambar atas) Usai talkshow, Bupati dikerubuti para pelajar SMP N I Sluke, Selasa (05/03).

Sluke – Ruas jalan tol Semarang – Demak sudah akan dibangun. Lalu bagaimana persiapan Pemerintah Kabupaten Rembang, karena nantinya jalur tol Semarang – Surabaya diperkirakan juga akan melintasi wilayah Kabupaten Rembang.

Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan oleh seorang warganet melalui facebook, ketika berlangsung Talkshow Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar di SMP N I Sluke, Selasa pagi (05 Maret 2019).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanggapi hingga saat ini belum ada informasi apakah jalan tol di Kabupaten Rembang memanfaatkan ruang pinggir laut, lahan pertanian atau memakan perkampungan penduduk. Kalau mengacu Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rembang, kawasan pinggir laut belum ditetapkan sebagai jalan tol. Maka pihaknya lebih menunggu bagaimana perubahan Perda RTRW Provinsi Jawa Tengah dulu. Setelah itu, Pemkab Rembang tinggal menyesuaikan.

“Sampai sekarang baru jalan tol Semarang – Demak. Belum ada rencana sampai Rembang. Kami nggak akan beri statemen tentang kapan dan persiapan kayak apa, karena di Perda RTRW untuk pinggir laut belum ditetapkan sebagai jalan tol. Kita tunggu RTRW Pemprov Jawa Tengah seperti apa, “ terang Hafidz.

Abdul Hafidz menambahkan yang sudah ada informasi saat ini adalah jalur lingkar antara Kaliori sampai dengan Desa Bonang Kecamatan Lasem, sepanjang 25,5 kilo meter. Tahapannya masih studi kelayakan. Berdasarkan pemberitahuan dari instansi terkait yang menangani masalah jalan, jalan lingkar tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2019 ini dengan membuat detail desainnya atau biasa disebut DED (detail engineering design). Begitu selesai, tahun 2020 tahap pengadaan tanah dan 2021 pembangunan konstruksinya.

“Kami nggak mau berandai – andai soal jalan tol. Tapi yang sudah ada baru jalan lingkar. Itupun masih proses studi kelayakan. Kemarin balai besar dari provinsi sudah ngasih tahu, tahapan akan diteruskan tahun ini. Semoga bisa lekas terealisasi, “ imbuh Bupati.

Selain dialog dengan warga sekolah, Bupati juga memberikan waktu bagi warganet bertanya. Selama sesi tanya jawab tersebut, tidak hanya soal jalan tol yang dilontarkan oleh warganet. Ada pula soal pemasangan banner yang marak dipaku di pohon sepanjang Jl. Rembang – Blora, kemudian infrastruktur pasar lama Pandangan Kecamatan Kragan, yang belum jelas peruntukannya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Jalan Tol Di Rembang, Bupati Beberkan Jawabannya

  1. Saya senang adanya program ” Halo Bupati ” yg memyapa dan tanya jawab dgn warganya. Program ini sangat membantu warga dalam menyampaikan aspirasi desa, institusi, maupun masalah pribadi sehingga sangat layak program halo bupati diteruskan.
    Semoga periode mendatang masih menjadi bupatiku. Salam.

Tinggalkan Balasan ke F. X. Sumarno Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *