Jembatan Penghubung Dua Kampung Putus, Warga Resah
Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Sarang putus, sehingga mengganggu mobilitas warga.
Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Sarang putus, sehingga mengganggu mobilitas warga.

Sarang – Jembatan yang menghubungkan antara Desa Dadapmulyo dengan Desa Babaktulung, Kecamatan Sarang runtuh, sehingga menghambat aktivitas masyarakat sekitar.

Syaiful Anam, seorang warga Desa Dadapmulyo menjelaskan jembatan yang ambrol berada di jalur alternatif. Ukurannya sekira 4 x 2 Meter. Badan jembatan ambrol, karena tiang – tiang penyangganya rapuh. Selain itu, kebetulan ada dump truk melintas membawa material sirtu, untuk menguruk kerusakan jalan. Diduga konstruksi tak kuat, membuat jembatan ambrol.

“Jembatan sudah nggak nempel lagi dengan badan jalan mas, ya ambrol brol itu. Beberapa waktu lalu ada dump truk bawa sirtu, tujuannya ya untuk menguruk jalan rusak. Sebelumnya, kemungkinan jembatan sudah rusak, akhirnya runtuh, nggak kuat, “ ujarnya.

Anam menambahkan begitu jembatan ambrol, sangat mengganggu aktivitas masyarakat Desa Dadapmulyo maupun Babaktulung. Jembatan sudah tidak bisa dilewati kendaraan sepeda motor, apalagi mobil. Mereka resah, karena kesulitan akan ke sawah, maupun mengambil jalur tercepat menuju pasar.

“Serba susah sekarang, warga resah. Yang mau ke pasar ya harus memutar lewat jalan lain yang jaraknya lebih jauh. Kanan kiri jembatan itu sawah, memang pusat pertanian di situ, “ imbuhnya.

Masyarakat sudah menyampaikan kepada pihak Desa Dadapmulyo, agar informasi mengenai jembatan runtuh segera diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Pantauan hingga Jum’at pagi (01 Maret 2019), belum ada penanganan secara darurat maupun perbaikan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *