Kecelakaan Maut : Polisi Menduga Bukan Ban Meletus, Tapi Karena Faktor Ini
Detail ban mobil belakang gembos usai tabrakan. (gambar atas) Kondisi mobil korban kecelakaan mengalami kerusakan parah. Saat ini diamankan di Pos Lantas Lasem.
Detail ban mobil belakang gembos usai tabrakan. (gambar atas) Kondisi mobil korban kecelakaan mengalami kerusakan parah. Saat ini diamankan di Pos Lantas Lasem.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang mengungkap dugaan penyebab kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Desa Leran, Kecamatan Sluke yang merenggut nyawa seorang bapak dan dua anaknya, Minggu (24/02).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan ketika dikonfirmasi Senin siang (25 Februari 2019) menjelaskan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, penyidik menduga kecelakaan disebabkan karena sopir mobil, Ali Mahmudi (33 tahun) mengantuk, sehingga mobil yang dikemudikan anggota TNI warga Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori ini oleng ke kanan, kemudian menabrak bus Sumber Harapan dari arah berlawanan.

Terkait dengan ban mobil sebelah kiri belakang yang meletus, diduga akibat pengaruh tabrakan keras. Meski bodi mobil yang mengalami kerusakan parah bagian kanan. Mengacu tidak adanya bekas gesekan dengan jalan, dimungkinkan bukan karena ban meletus dulu, setelah itu baru terjadi tabrakan. Menurutnya, posisi sopir bus Sumber Harapan, Sugiarto (48 tahun) warga Gembong, Kabupaten Pati sudah sesuai dengan jalurnya. Ia berstatus sebagai saksi dalam peristiwa tersebut.

“Kalau melihat jalan cerita dari saksi dan bukti – bukti di TKP, posisi bus menguntungkan, jalurnya sudah benar, sudah berusaha menghindar. Dugaan sementara kami, kecelakaan karena faktor sopir mobil dalam keadaan kelelahan atau mengantuk, “ bebernya.

Ditemui terpisah, seorang warga Desa Leran Kecamatan Sluke, Fahrurrozi menyatakan sebelum kecelakaan, mobil Honda Mobilio sudah terlihat oleng dari arah timur. Ia membenarkan sopir bus sudah banting setir ke kiri untuk menghindar, bahkan kepala bus sampai mepet dengan gapura masuk Desa Leran. Kebetulan saat tabrakan, situasi dekat TKP cukup ramai oleh kalangan ibu – ibu yang sedang berbelanja. Begitu melihat korban di dalam mobil, warga butuh waktu cukup lama sampai 1 jam lebih untuk mengeluarkan satu per satu korban. Apalagi bodi mobil menancap di samping bus dan harus ditarik terlebih dahulu.

“Di dekat gapura ini mas kalau pagi banyak ibu – ibu berbelanja. Jadi pas tabrakan ya banyak yang langsung tahu. Tetangga kami yang anggota polisi melapor ke petugas yang menangani kecelakaan. Setahu saya yang paling parah lukanya, sopir mobil di kursi depan dan yang tidur di kursi paling belakang, “ kata Fahrurrozi.

Sementara itu, jenazah ketiga korban kecelakaan sudah dimakamkan Minggu sore. Parlan (57 tahun) dimakamkan di Desa Polbayem Kecamatan Sumber, sedangkan dua anaknya dimakamkan di lokasi berbeda. Syaiful Burhan (30 tahun) dimakamkan di makam Galgeneng Dusun Tempel Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber, sementara kakaknya, Ali Mahmudi (33 tahun) dimakamkan secara militer di pemakaman umum Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori. Upacara pemakaman dipimpin Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Andi Budi Sulistianto. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *