Bisa Kuliah Berkat Pencak Silat, Begini Kisahnya
Rudi Syaiful November, saat melatih pencak silat.
Rudi Syaiful November, saat melatih pencak silat.

Pamotan – Berkat olahraga pencak silat, pria ini mampu mewujudkan mimpinya untuk kuliah. Di sela – sela kesibukan menempuh pendidikan tinggi, ia tak lupa mengabdikan diri dalam pengembangan pencak silat.

Namanya Rudi Syaiful November, warga Desa Trembes, Kecamatan Gunem. Pemuda berusia 23 tahun tersebut semula melatih pencak silat di SMK Muhammadiyah, Pamotan. Rudi mengisahkan awal pertama merintis tidaklah mudah, karena tak semua orang senang menggeluti pencak silat.

Ketika mencari murid, kuncinya yang terpenting mau dulu. Setelah itu mereka baru digembleng fisik, mental maupun tekhnik. Berbagai perlombaan diikuti, guna mencari prestasi. Rudi mengaku selain melatih, juga terjun sendiri dalam event perlombaan. Sudah berulang kali meraih juara, yang terbaru merebut medali emas dalam kejuaraan Paku Bumi Open di Bandung, Jawa Barat tahun ini.

“Latihan di sini biasanya mengambil waktu seusai sholat Ashar berjamaah, memanfaatkan halaman SMK Muhamadiyah Pamotan. Latihan sampai pukul 17.00 Wib. Saya masih ingat mas Suwito Tabah murid pertama dan sekarang ikut bantu ngelatih juga, “ kenang Rudi.

Rudi menambahkan dari inisiatif bantuan SMK Muhammadiyah, dirinya kemudian bisa masuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang. Kebetulan kampusnya memberikan kemudahan beasiswa, bagi atlet berprestasi. Saat ini memasuki semester 8, mengambil jurusan Tekhnik Elektro. Ia mengaku bersukur akhirnya dapat menikmati bangku kuliah.

“Pada awalnya mengambil kuliah reguler, tapi memasuki semester 5 saya putuskan ambil akhir pekan. Karena tinggal nunggu skripsi, ya saya sekalian mengabdi di sini (SMK Muhammadiyah-Red). Saya nggak nyangka bisa kuliah, semua berkat pencak silat, “ imbuhnya.

Pria murah senyum ini mengungkapkan setiap menjalani dunia baru, baginya harus serius dan fokus. Dengan dua modal tersebut, halangan yang menghadang, sering mendapatkan jalan keluar tanpa disangka. Begitu pula dengan pencak silat, ia ingin kedepan membesarkan perguruan “Tapak Suci”, sehingga mampu menghasilkan atlet – atlet handal. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *