Teror Pembakaran Kendaraan, Kapolres Beberkan Kondisi Rembang
Polisi di Rembang menggencarkan blue light patrol, yang belakangan waktunya digeser. Salah satunya untuk mengantisipasi teror pembakaran kendaraan.
Polisi di Rembang menggencarkan blue light patrol, yang belakangan waktunya digeser. Salah satunya untuk mengantisipasi teror pembakaran kendaraan.

Rembang – Teror pembakaran kendaraan yang marak terjadi di sejumlah daerah, membuat jajaran Polres Rembang gerak cepat melakukan upaya antisipasi.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa kepada Reporter R2B menyatakan cara pertama yang ditempuh yakni menggeser jam patroli Blue Light Patrol atau mobil polisi berpatroli dengan lampu rotator warna biru. Biasanya diadakan antara pukul 23.00 sampai dengan 02.00 dini hari, sekarang dialihkan dari pukul 01.00 hingga 04.00 pagi dini hari, lantaran dianggap jam rawan.

Dengan lampu warna biru yang terlihat dari kejauhan, diharapkan membuat para pelaku berpikir ulang ketika akan melakukan aksinya. Tidak sebatas pelaku teror pembakaran kendaraan, tetapi juga pelaku kejahatan lain. Kebetulan pihak Kodim Rembang juga ikut membackup patroli aparat kepolisian, dengan cara memerintahkan anggota Koramil bekerja sama aparat Polsek setempat.

“Kami prioritaskan jalur – jalur rawan. dengan adanya lampu biru cemlorot kelihatan dari kejauhan, orang yang mau melakukan aksi kejahatan, mikir – mikir lah. Kita kolaborasi dengan Kodim Rembang, karena anggota Polres terbatas. Nggak mungkin mampu menjangkau seluruh wilayah, “ ujarnya.

Selain menggiatkan jam patroli, Kapolres menambahkan pihaknya akan menghidupkan kegiatan sistem keamanan keliling (Siskamling). Ada pos – pos yang akan didatangi, kemudian hasilnya dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Lalu apakah sudah ada kasus pembakaran kendaraan di wilayah Kabupaten Rembang? Menurut Pungky, sejauh ini belum ada dan situasi keamanan tergolong cukup kondusif.

“Kita inggak hanya ikut Siskamling, tapi ya bawa kopi sama kacang goreng misalnya, cangkrukan bareng. Singgah dari pos satu ke pos lainnya. Alhamdulilah Kabupaten Rembang masih aman, ini mungkin buah masyarakat menjaga lingkungannya. Semoga kasus pembakaran kendaraan, nggak menjalar ke Rembang, “ kata Kapolres.

Sebelumnya, teror kasus pembakaran kendaraan sudah 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, sekali di Kabupaten Semarang dan sekali di Kabupaten Grobogan. Hingga saat ini polisi belum menangkap pelaku dan membongkar apa motifnya. Hanya saja kalau melihat serangkaian peristiwa tersebut, diduga pelaku merupakan orang yang terlatih. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *