Ada Pria Merangsek Teriakkan Nama Jokowi, Begini Reaksi Sandiaga Uno
Spanduk tuntut legalkan cantrang banyak terpasang di jalan masuk menuju TPI Tasikagung. (Gambar atas) Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno saat berada di TPI Tasikagung, Rabu pagi.
Spanduk tuntut legalkan cantrang banyak terpasang di jalan masuk menuju TPI Tasikagung. (Gambar atas) Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno saat berada di TPI Tasikagung, Rabu pagi.

Rembang – Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno, Rabu pagi (30 Januari 2019) mendatangi tempat pelelangan ikan (TPI) Tasikagung, Kabupaten Rembang. Sandiaga sempat dipepet seorang pria dan tiba – tiba meneriakkan nama Presiden Jokowi, sekaligus calon Presiden incumbent. Lalu bagaimana reaksi Sandiaga Uno ?

Kedatangan Sandiaga Uno di TPI Tasikagung mendapatkan sambutan antusias dari kalangan nelayan dan petani garam, yang sudah menunggu sejak pagi. Begitu tiba, warga rela berdesak – desakan ingin menjabat tangan Sandiaga maupun mengajak berfoto selfie. Sandi lebih dulu menyapa nelayan di pinggir dermaga. Setelah itu baru bergeser masuk TPI.

Saat dikerubuti masyarakat di dalam TPI, tiba – tiba muncul seorang pria sambil memegang rokok, merangsek maju mendekati Sandiaga Uno. Persis di depan Sandi, pria tersebut meneriakkan nama Jokowi sebanyak tiga kali.

Sejumlah pendukung Sandi nyaris tersinggung, kemudian ingin mendekati pria itu. Dari gestur tubuhnya, Sandiaga Uno terlihat melarang. Bahkan Sandi dengan tertawa santai, membelai punggung pria tersebut, sampai akhirnya berjalan menjauh.

Sandiaga Uno mengaku tidak tersinggung apalagi marah, ketika ada warga meneriakkan nama Jokowi di depannya. Ia ingin pagelaran Pemilu 5 tahun sekali dibangun dengan demokrasi yang sejuk. Tanpa harus memecah belah bangsa, meski warga berbeda pilihan.

“Seneng juga ada yang seperti itu, anggap sebagai berkah bagi kita. Mungkin itu bagian rasa gembira mereka, calon pemimpin lain belum datang ke sini. Saya sudah kesini. Tadi saya belai, beri kasih sayang. Ini demokrasi sejuk yang kita inginkan. Kalau tiap 5 tahun sekali malah seperti saling bermusuhan, tentu tidak kondusif bagi bangsa kita kedepan, “ beber Sandi.

Selama berada di TPI Tasikagung, nelayan meminta jika Prabowo – Sandi memimpin Indonesia, untuk melegalkan jaring cantrang. Riyono, Ketua Jaringan Nelayan Indonesia menyatakan selama rezim pemerintahan Jokowi, seperti diombang ambingkan. Sampai sekarang belum ada kejelasan nasib jaring cantrang.

“Lima tahun kita ditindas oleh rezim ini. Empat tahun dibikin bingung oleh menteri kita. Insyaalah kita hadir di sini untuk bersama – sama bertekad bulat memperjuangkan pak Prabowo dan pak Sandi agar mau melegalkan jaring cantrang, “ teriak Riyono menggunakan pengeras suara.

Selain itu, perwakilan petani garam turut menyampaikan desakan agar menghentikan garam impor. Tuntutan nelayan cantrang dan petani garam yang tertuang dalam kontrak politik, diserahkan secara tertulis kepada Sandi. Apabila terpilih, Sandi berjanji siap merealisasikan aspirasi tersebut.

“Ini menjadi bagian komitmen kami. Nggak hanya melihat cantrang, tapi secara keseluruhan apa yang mereka keluhkan. Termasuk dari petani garam, kalau lagi panen dan kebutuhan cukup, ya jangan datangkan impor, “ imbuh Sandi.

Usai berdialog, Sandiaga Uno meninggalkan TPI Tasikagung, menuju TPI di Juwana, Kabupaten Pati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *