Ditanya Kondisi Embung Dan Kelanjutan Pemutihan Rekening, PDAM Buka – Bukaan
Embung Grawan di Desa Grawan, Kecamatan Sumber belum bisa dimanfaatkan PDAM untuk menyuplai air ke pelanggan.
Embung Grawan di Desa Grawan, Kecamatan Sumber belum bisa dimanfaatkan PDAM untuk menyuplai air ke pelanggan.

Rembang – Setelah turun hujan deras dalam beberapa hari terakhir ini, bagaimana kabar sejumlah embung (waduk buatan) yang menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang. Bagaimana pula dengan kebijakan penghapusan rekening air, apakah dihentikan atau terus berlanjut sampai bulan Februari ?

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan menjelaskan untuk Embung Banyukuwung di perbatasan Desa Sudo Kecamatan Sulang dengan Desa Sukorejo Kecamatan Sumber, kondisinya mulai terisi air. Per hari Senin (28/01) elevasi air sudah mencapai 46,82 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga pihaknya mulai bisa mengolah air 16 liter per detik.

Suplai air berjalan ke rumah pelanggan di Kecamatan Kaliori, kecuali Dusun Setro Desa Sendangagung. Sedangkan pasokan air ke wilayah Rembang Kota dari embung tersebut, baru mampu menjangkau Desa Pulo, dan Dusun Grajen Desa Sumberejo.

Pantauan di embung lain, seperti Embung Jatimudo Kecamatan Sulang dan Embung Grawan Kecamatan Sumber, kondisinya sampai Selasa (29 januari 2019) belum bisa dioperasikan untuk memproduksi pengolahan air, karena tampungan masih minim.

“Embung Banyukuwung merupakan penyuplai terbesar untuk pelanggan di Kecamatan Kaliori dan Rembang bagian barat. Ini air sudah kita distribusikan. Yang Embung Jatimudo sama Embung Grawan belum. Tapi untuk pelanggan di Kecamatan Sulang, dapat suplai dari mata air Taban Bulu dan suplai tangki di pengolahan Jatimudo, “ beber Affan.

Affan menambahkan pihaknya masih memberlakukan kebijakan pemutihan rekening bulan Januari yang harus dibayarkan pada bulan Februari. Ada sejumlah lokasi, diantaranya Kecamatan Sumber, dan wilayah mulai jembatan Karanggeneng Rembang ke barat atau sekitar Pasar Penthungan. Namun bagi pelanggan di Kecamatan Kaliori, menurutnya mayoritas sudah menerima suplai air.

“Lha yang sudah ada pengaliran sampai dengan akhir bulan Januari ini akan dilakukan pemeriksaan water meternya oleh petugas kita. Kalau di Kecamatan Kaliori dari total 2.500 sambungan rumah, kira – kira 2.200 an yang teraliri, “ imbuhnya.

Meski tidak membayar rekening air, PDAM tak serta merta lepas begitu saja. PDAM tetap mengerahkan truk tangki ke daerah yang belum teraliri air. Setidaknya hingga mendekati akhir bulan Januari, sudah menghabiskan lebih dari 2 ribu tangki air yang diperbantukan secara cuma – cuma. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *