Dua Tongkang Terhempas Membuat Was – Was, Khawatir Dampak Yang Ditimbulkan
Aparat desa bersama Kasi Trantib Kecamatan Sluke, memantau kapal tongkang terdampar di pinggir pantai Desa Pangkalan, Senin siang (28/01).
Aparat desa bersama Kasi Trantib Kecamatan Sluke, memantau kapal tongkang terdampar di pinggir pantai Desa Pangkalan, Senin siang (28/01).

Sluke – Dua kapal tongkang bermuatan batubara terhempas ombak besar dan terdampar di pinggir pantai utara Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke. Masyarakat nelayan setempat mengeluhkan dua dampak, akibat kapal tongkang terdampar, dengan rentang waktu hampir seminggu terakhir.

Kapal tongkang itu semula antre akan bongkar muatan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sluke. Namun kapal tongkang terseret ombak besar disertai angin kencang ke arah timur. Tongkang baru berhenti, setelah menghantam terumbu karang di pinggir pantai.

Sekretaris Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, Jumadi, menjelaskan dua keluhan warga yang muncul saat ini, yakni keberadaan dua tongkang mengganggu akses keluar masuk perahu nelayan. Selain itu, terumbu karang menjadi rusak, begitu dihantam tongkang, yang bobot muatannya saja mencapai lebih dari 7 ribu ton.

“Terumbu karang kan tempat berkembang biak ikan mas. Meski di pinggir, tapi kalau sudah tertabrak kapal tongkang, ya nggak bisa natural seperti dulu lagi, “ kata Jumadi.

Menurut Jumadi, kapal tongkang terdampar di Pantai Desa Pangkalan terjadi hampir setiap tahun, dikala musim ombak besar. 2 tongkang yang masih tertahan, sampai Senin siang (28 Januari 2019) belum bisa ditarik, karena cuaca masih ekstrim.

“Untuk evakuasi tongkang, tetep harus nunggu ombak reda mas. Kalau ombak seperti ini, ditambah angin kencang, tetep nggak akan berani narik, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman Dan Ketertiban Kantor Kecamatan Sluke, Bambang Suharyanto menuturkan pihaknya mengecek lokasi kapal tongkang terdampar, Senin siang. Kebetulan banyak nelayan berhenti melaut, sehingga mereka memilih berjaga – jaga di pinggir pantai. Tujuannya, memantau situasi jangan sampai kapal tongkang menabrak perahu nelayan yang ditambatkan.

“Kebetulan nelayan nggak berani melaut, jadi istirahat. Memang kami sarankan jangan melaut dulu. Yang tongkang ini ada 3 buah, dua di pinggir pantai Pangkalan, yang satu terlihat di tengah, utara Desa Leran. Semua tidak ada kapal penarik atau tag boat nya, karena tag boat sedang berlindung, “ ungkap Bambang.

Bambang menambahkan pihak desa dan kecamatan sudah berkoordinasi dengan manajemen PLTU, menyangkut peristiwa tersebut. Intinya, sudah ada petugas yang diperintahkan, guna menindaklanjuti kejadian tongkang terdampar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *