Jelang Pemilu, Nelayan Cantrang Rembang Serukan Pernyataan Sikap
Nelayan cantrang Kab. Rembang yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit siap mendukung Pemilu damai dan bebas hoax, Minggu pagi (20/01).
Nelayan cantrang Kab. Rembang yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit siap mendukung Pemilu damai dan bebas hoax, Minggu pagi (20/01).

Rembang – Nelayan kapal cantrang yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Rembang Dampo Awang Bangkit menunggu komitmen pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk melegalkan jaring cantrang, karena mereka menilai saat ini kondisinya menggantung.

Suyoto, Ketua Asosiasi Nelayan Rembang Dampo Awang Bangkit menyatakan nelayan cantrang masih boleh melaut, meski surat izin penangkapan ikan (SIPI) sudah lama mati. Mereka hanya mengandalkan surat keterangan melaut dan surat perintah melaut yang dikeluarkan oleh pihak pelabuhan, itupun masanya akan berakhir pada pertengahan bulan Maret mendatang. Selain itu, diperkuat oleh penjelasan lisan Kapolda dan Pangdam IV Diponegoro, yang menyatakan jajarannya tidak akan menangkap nelayan kapal cantrang, saat melaut. Kondisi tersebut membuat ruang gerak nelayan cantrang belum lega 100 %.

“Sekian lama nelayan cantrang menggantung. Kami bersama nelayan di pesisir pantai utara Jawa, Banten dan Lampung sudah berkumpul membahas dinamika yang terjadi, termasuk menjelang Pemilu ini seperti apa, “ ungkapnya.

Suyoto membeberkan dengan berlangsungnya Pemilu serentak 17 April 2019, ia berharap pasangan calon presiden dan wakil presiden ada yang memberikan kepastian, terkait masa depan nelayan cantrang. Pihaknya tidak akan memihak kepada salah satu pasangan, karena pilihan harus menjunjung tinggi semangat bebas dan rahasia. Yang penting jika kelak terpilih, mau memperhatikan nelayan cantrang.

“Kita sudah melobi minta kepastian. Prinsipnya, siapapun yang jadi presiden, itulah yang mengatur kita semua. Nggak ada intimidasi harus ke pasangan nomor 01 atau nomor 02. Kita hanya minta kalau terpilih, cantrang jangan dilarang, sebelum ada solusi dan sebaiknya duduk bersama menyelesaikan masalah itu, “ ucap Suyoto.

Suyoto menegaskan meski masalah cantrang belum tuntas, kalangan nelayan tetap menyokong agar Pemilu berlangsung aman, tertib dan bebas dari berita bohong (hoax). Apalagi aspirasi nelayan, sebagian sudah ditanggapi pemerintah. Jika kelak jaring cantrang dilegalkan, pasti akan mendapatkan sambutan positif.

Sebagai bentuk dukungan, belasan pengurus Asosiasi Nelayan Rembang Dampo Awang Bangkit menyerukan semangat Pemilu Damai Dan Bebas Hoax di pinggir dermaga Pelabuhan Tasikagung, Minggu pagi (20 Januari 2019).

“Nelayan sudah kita himbau jangan mudah terprovokasi terhadap berita – berita hoax, jangan langsung ditelan mentah. Kenapa harus mendukung Pemilu aman, karena pemerintah juga peduli sama kita. Buktinya kemarin pak Kapolda sama pak Pangdam datang ke sini. Intinya gini, nelayan cantrang tetap bisa kerja, sampai kita benar – benar siap ganti alat dan mengoperasikan. Saya optimis kok pemerintah nggak akan membatasi waktu operasional cantrang, “ tandasnya.

Disinggung tentang rencana aksi demo, pria warga Desa Tasikagung, Rembang tersebut mengatakan sejauh ini belum ada rencana mengarah kesana, sampai Pemilu 17 April 2019. Berbagai potensi kerawanan, masih mampu diredam. Menurutnya, selama nelayan cantrang bisa melaut dan tidak ditangkap aparat dengan alasan perizinan, diperkirakan tak akan memicu gejolak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *