“Jangan Dianggap Sepele, Biar Nggak Berlarian Kesana Kemari…”
Pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul di sejumlah sekolah di Kecamatan Sedan, Kab. Rembang.
Pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul di sejumlah sekolah di Kecamatan Sedan, Kab. Rembang.

Sedan – Para pegiat sekolah ramah anak di Kabupaten Rembang berinisiatif memasang tanda penunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul, apabila sewaktu – waktu terjadi bencana alam.

Ada 4 sekolah di Kecamatan Sedan yang dipasangi tanda penunjuk semacam itu, masing – masing MTS Tri Bakti & MTS Al-Manar di Desa Menoro, kemudian MTS Riyadlotut Tholabah dan SMP N I Sedan di Desa Sidorejo.

Salah satu pemrakarsa kegiatan, Dwi Maret Tati mengatakan langkah tersebut menjadi cara menuju sekolah aman bencana, yang termasuk bagian dari sekolah ramah anak. Ia mengintensifkan gagasan sekolah ramah anak, karena memiliki sejumlah tujuan. Diantaranya mencegah pernikahan anak, kehamilan remaja dan sunat perempuan.

“Kita memberi tanda – tanda jalur evakuasi sama titik kumpul di 4 sekolah yang menjadi sasaran sekolah ramah anak. Pengadaan kayak ini merupakan bagian program Yes I Do yang berlangsung di desa – desa binaan kami, “ ungkap Dwi.

Wanita dari Desa Lemahputih, Kecamatan Sedan ini berharap setelah terpasang tanda penunjuk, para siswa maupun warga sekolah lainnya memahami prosedur tetap ketika terjadi bencana. Mereka harus lewat mana dan berkumpul di lokasi mana.

“Ibaratnya sebagai media untuk memberitahukan kepada siswa dan warga sekolah, apabila terjadi bencana harus seperti apa. Jalur maupun lokasi berkumpul sudah ditentukan, jadi mereka nggak bingung berlarian kesana kemari, “ bebernya.

Sementara itu, relawan bencana alam dari Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kwarcab Rembang, Syaiful Halim menilai upaya pemasangan tanda penunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul, kadang dianggap sepele. Namun menurutnya sebagai bentuk antisipasi yang akan sangat bermanfaat, ketika terjadi bencana alam.

“Apalagi saat ini curah hujan meningkat. Pemasangan rambu, diharapkan dapat memberikan pendidikan waspada bencana. Tujuan akhir, agar tidak ada korban jiwa. Itu yang terpenting, “ tutur Syaiful. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *