Sejumlah Kekurangan GOR Mbesi Dikeluhkan, Apa Saja?
Akses jalan masuk sisi utara menuju GOR Mbesi Rembang kondisinya rusak parah. (Gambar atas) GOR tampak dari depan.
Akses jalan masuk sisi utara menuju GOR Mbesi Rembang kondisinya rusak parah. (Gambar atas) GOR tampak dari depan.

Rembang – Setelah gelanggang olahraga (GOR) Mbesi Rembang direvitalisasi, Pemerintah Kabupaten Rembang didesak untuk melanjutkan penataan sarana penunjangnya.

Suprapto, seorang warga Desa Kedungrejo, Rembang mengatakan dari sisi bangunan, menurutnya sudah bagus. Namun ada beberapa hal yang masih mengganjal. Ia mencontohkan akses jalan masih jelek, tempat parkir kendaraan belum ada dan kalau malam lingkungan di luar GOR sangat gelap, karena hampir tidak ada lampu penerangan yang memadai.

“Eman – eman sekali, GOR sudah ditata bagus kayak gitu, tapi sarana penunjangnya nggak ada. Semisal orang mau olahraga di sana malam hari ya merinding mas, mau masuk aja gelap banget kok. Kalau lampu di dalam GOR, saya akui terang benderang memang, “ tuturnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui sempat lupa menganggarkan penataan lingkungan sekitar GOR pada APBD induk tahun 2019 ini. Ia berjanji akan menyempurnakan sarana penunjang melalui anggaran APBD Perubahan 2019.

“Ya betul, GOR secara fisik yang di dalam bisa difungsikan 100 %. Yang tempat parkir sama perbaikan akses jalan, kemarin saya lupa memasukkan. Muda – mudahan pada APBD Perubahan bisa kita anggarkan dan nantinya penyempurnaan lingkungan GOR dapat dikerjakan mendekati akhir tahun 2019, “ kata Bupati.

Abdul Hafidz membenarkan tahun 2019 ini, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang juga mulai membangun gedung di lahan aset Pemerintah Kabupaten Rembang, sebelah timur GOR Mbesi. Nantinya akses jalan ini harus diintegrasikan antara UNDIP dengan GOR.

“Kalau GOR kan ada dua akses jalan, antara utara dan selatan. Lha UNDIP kebetulan tahun ini juga bangun gedung di sana. Mereka sudah merancang akses jalan masuk. Saya kira nggak masalah, bisa saling mendukung nanti, “ imbuhnya.

UNDIP sendiri mendapatkan hibah tanah milik Pemkab Rembang seluas 15 hektar di sebelah timur GOR. Lokasi tersebut sebelumnya difungsikan untuk lapangan golf dan kuburan warga Tionghoa. Selain itu, UNDIP juga menerima dana bantuan sebesar Rp 10 Miliar, guna percepatan pembangunan kampus. Meski sempat menuai protes, namun rencana ini jalan terus, karena pihak Pemkab berpendapat keberadaan kampus di dekat GOR bisa menjadi daya ungkit perekonomian. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *