Seleksi CASN Diumumkan, Lalu Kapan TMT Nya ?
Ilustrasi penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN)/ pegawai negeri sipil.
Ilustrasi penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN)/pegawai negeri sipil.

Rembang – Hasil seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk Kabupaten Rembang, diumumkan hari Senin (31 Desember 2018). Dari total 296 lowongan, yang terisi sebanyak 277 formasi. Sedangkan sisanya 19 formasi kosong, gara – gara tidak ada pelamarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Suparmin menjelaskan hasil seleksi CASN harus ditandatangani Bupati terlebih dahulu. Setelah itu, baru diumumkan melalui website resmi Pemkab Rembang, yakni rembangkab.go.id.

Ditanya seputar formasi kosong, kebanyakan adalah dokter spesialis. Belum ada rencana apakah seleksinya diulang pada tahun 2019 atau dibiarkan kosong begitu saja. Daerah sebatas menunggu perintah dari pemerintah pusat.

“Dulu kalau masih pakai passing grade atau nilai ambang batas, yang lulus hanya 3 %, makanya kemudian diubah mekanismenya. Untuk yang kosong karena nggak ada pelamarnya. Semisal dokter spesialis dan guru untuk penyandang disabilitas, “ kata Suparmin.

Suparmin menambahkan setelah diumumkan, nantinya ada rapat di Badan Kepegawaian Negara (BKN) awal bulan Januari. Setelah itu berlangsung pemberkasan CASN, guna penetapan nomor induk pegawai (NIP). Belum diketahui apakah masa pengangkatan terhitung masa tanggal (TMT) per bulan Desember 2018, Januari, Februari atau Maret 2019. Tetapi BKN dalam rapat koordinasi terakhir siap mengusahakan secepatnya.

“Setelah pengumuman, tunggu saja pemberkasan dan penetapan NIP. Yang verifikasi terakhir kan BKN, layak atau tidak. Kita belum tahu TMT nya kapan, bisa saja TMT 01 Januari, 01 Februari atau 01 Maret. Tapi diusahakan tidak 01 Maret, itu wacana yang bergulir di BKN, mohon ditunggu informasi lebih lanjut, “ terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Rembang, Moch. Asnawi berharap tambahan 277 orang pegawai, dapat meningkatkan kinerja pelayanan birokrasi di jajaran Pemkab Rembang.

Asnawi juga mendorong supaya Pemkab mempunyai cara lain dalam menutupi kekurangan tenaga dokter spesialis, jika mereka kurang tertarik menjadi pegawai negeri. Mengingat posisi dokter spesialis saat ini sangat dibutuhkan, untuk menunjang pelayanan pasien di rumah sakit dr. R. Soetrasno. (Musyafa Musa).

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *