Longsor Terjang Lagi, BPBD Berikan Peringatan Khusus
Tebing longsor di Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur. Material longsor akhirnya selesai dibersihkan, Senin siang (24/12).
Tebing longsor di Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur. Material longsor akhirnya selesai dibersihkan, Senin siang (24/12).

Pancur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini, dikhawatirkan memicu longsor, terutama area dataran tinggi atau kawasan pegunungan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang, Pramujo menjelaskan berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), curah hujan bulan Desember ini akan meningkat. Intensitasnya diperkirakan terus meningkat pada bulan Januari – Februari mendatang.

“Makanya kami himbau warga di zona merah rawan longsor lebih waspada. Awalnya tanah di musim kemarau merekah, begitu hujan deras, rekahan ini kemasukan air. Nah, inilah yang rawan memicu tanah longsor, “ ujarnya.

Pramujo menambahkan tanah longsor terbaru terjadi di Desa Banyuurip Kecamatan Pancur, Minggu (23/12) sekira pukul 18.00 Wib. Tebing di pinggir jalan longsor, panjangnya mencapai 20 Meter, dengan ketinggian 5 Meter.

Material longsoran sempat menutupi akses jalan. Masyarakat setempat dibantu aparat TNI/Polri kemudian bahu membahu membersihkan longsoran, Senin (24 Desember 2018). Jalan akhirnya bisa dibuka dan dapat dilalui kendaraan.

“Tebingnya memang lumayan tinggi. Hujannya sejak sore sampai Minggu Maghrib deres banget. Diduga tanah deket tebing lembek, nggak kuat menahan. Setelah itu tebing longsor. Jadi ya campur batu tebing beton sama tanah, “ imbuhnya.

Posisi tebing jalan berhadapan dengan rumah – rumah penduduk. Namun longsoran tebing tidak sampai merusak rumah maupun menimbulkan korban jiwa. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Longsor Terjang Lagi, BPBD Berikan Peringatan Khusus

  1. Musim hujan scr teoritis mmg bs menjadi pemicu kejadian longsor. Sosialisasi waspada dan bahaya longsor pd masyarakat didaerah yg terpetakan rawan longsor perlu terus dilakukan. Saya lebih menaruh harapan agar BPBD kab Rembang jangan lupa berkoordinasi dg Bappeda agar mempertimbangkan daerah rawan longsor dimasukkan mjd komponen penilaian dlm penetapan atau perubahan tataruang mantinya agar kemungkinan terjadinya korban didaerah rawan longsor dpt diminimalisir. Salam ….

Tinggalkan Balasan ke Adip Mustofa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *