Polemik Pengeboran : Desa Buka Peluang, Dengan Sejumlah Syarat
Spanduk penolakan warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan (HK), terkait pengeboran sumur oleh pabrik sepatu.
Spanduk penolakan warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan (HK), terkait pengeboran sumur oleh pabrik sepatu.

Pamotan – Pemerintah Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan menetapkan syarat, jika pabrik sepatu ingin mengebor sumur di kampung tersebut.

Kepala Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Kusminanto menjelaskan syarat pertama harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat sekitar. Syarat kedua, perusahaan memberikan kompensasi. Diantaranya, warga Desa Bangunrejo dilibatkan dalam perekrutan tenaga kerja, dan ada pemasangan kran air umum, sehingga bisa dimanfaatkan penduduk setempat.

“Pabrik sepatu memang beli tanah di sebelah timur pabrik gula mini milik RBSJ. Sudah saya temukan antara pabrik dengan warga, ternyata warga nggak setuju pengeboran sumur. Takutnya sumber air akan mengering. Tapi pihak desa dan BPD setuju, asalkan warga ok dan perusahaan juga mau beri kompensasi, “ ujarnya.

Kusminanto mengakui sempat muncul kesalahpahaman, antara pihak desa, masyarakat dengan pengebor sumur. Mereka mengira pemerintah desa sudah mengizinkan pengeboran sumur di lokasi tersebut. Padahal yang terjadi, dirinya bersama Sekretaris Desa dan seorang perangkat desa ke Rembang, untuk menjadi saksi transaksi pembelian tanah di kantor notaris. Bukan dalam rangka menerbitkan izin pengeboran sumur.

“Lha wong saya di Rembang itu ke notaris kok, memang kaitannya tanah yang dibeli pabrik sepatu itu. Tapi kan saya belum mengizinkan ngebor sumur. Muncul isyu pula saya terima uang Rp 100 Juta, nggak bener. Kesalahpahaman ini sudah saya klarifikasi. Orang yang ngebor sumur langsung saya tegur, belum ada izin, “ imbuhnya.

Tidak diketahui bagaimana kelanjutan pengeboran sumur di Desa Bangunrejo. Pantauan di lapangan, Selasa (11/12) suasana lokasi tampak sepi. Tidak ada pekerja sumur bor, pasca munculnya penolakan. Menurut informasi yang diterima pihak desa, sumur tersebut dibor oleh pabrik sepatu asing yang mendirikan pabrik di sebelah timur Embung Rowosetro. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *