Lokasi Kilang Hampir Pasti Di Luar Desa Krikilan, Ternyata Ini Sebabnya
Lokasi sumur gas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.
Lokasi sumur gas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.

Sumber – Lokasi kilang untuk sumur gas yang berada di Desa Krikilan Kecamatan Sumber, sudah hampir pasti, tidak berada di Desa Krikilan. Ada alasan pokok yang membuat investor harus membangun kilang gas di tempat lain.

Direktur PT. Rembang Migas Energi selaku Badan usaha Milik daerah (BUMD), Zaenul Arifin menjelaskan akses infrastruktur menuju sumur gas sangat sempit, harus melewati pertigaan Pasar Krikilan maupun perkampungan penduduk. Apalagi nantinya setiap hari akan ada 30 – 60 unit truk trailer masuk. Kalau dipaksakan, kondisi lalu lintas pasti sangat semrawut dan menimbulkan masalah baru. Makanya, investor yang akan bekerja sama dengan BUMD Migas, berencana menarik kilang gas dengan jarak 2 – 3 kilo meter dari sumur gas. Tentu pihaknya akan tetap menampung usulan dari masyarakat.

“Kalau untuk ukuran pemain nasional, kandungan gas di Desa Krikilan kecil. Mengingat akses menuju sumurnya susah. Jadi kilangnya nggak mungkin di sana. Lha di mana lokasi barunya, saya nggak mau nyebutin. Tapi kira – kira berjarak 2 – 3 kilo meter. Mungkin ada pertanyaan, lha dulu kok truk besar bisa masuk. itu kan cuman satu dua saja, lha ini tiap hari puluhan truk, bisa dibayangkan kan seperti apa, “ bebernya.

Zaenul menambahkan pihaknya sudah menerima informasi dari Bupati Abdul Hafidz, bahwa Pemkab Rembang akan meningkatkan akses jalan antara Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori sampai ke Sumber, lebarnya menjadi 7 – 8 meter. Perkembangan informasi ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat, sebenarnya apa saja kerja PT. Rembang Migas Energi selama ini. Ia sendiri rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak, agar sumur gas di Desa Krikilan dapat lekas dikelola dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Rembang.

“Manajemen PHE Randugunting II sudah menemui pak Bupati, insyallah bulan Juli 2019 sudah mulai jalan. Ini kami infokan, guna menepis anggapan PT. RME hanya ngalor ngidul nggak jelas. Tiap bulan saya komunikasi dengan SKK Migas, PHE Randugunting, termasuk ke kementerian ESDM. Semua ada catatannya. Tujuan yang dibidik ya itu, biar kita dapat manfaat dari sumur gas Krikilan, “ tandas Zaenul.

Rembang Migas Energi sejauh ini sudah mendapatkan alokasi anggaran APBD Kabupaten Rembang, sebesar Rp 2 Miliar sejak tahun 2017 hingga tahun ini. Dana sebesar itu, digunakan untuk operasional kantor, pegawai dan penjajakan kerja sama pengelolaan sumur gas. PT. RME menyadari belum menyumbangkan pendapatan ke daerah, karena sejauh ini masih proses persiapan pengelolaan sumur gas. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *