Reaksi Perhutani Soal Pohon Rawan Tumbang, Mereka Ungkap Kendala Tak Bisa Langsung Ditebang
Pohon milik Perhutani di jalan nasional Rembang – Blora, tepatnya di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Pohon roboh milik Perhutani di jalan nasional Rembang – Blora, tepatnya di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Rembang – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Rembang mengidentifikasi ulang, pohon – pohon mana saja yang rawan tumbang. Hal itu setelah ada kejadian pohon ambruk, menimpa mobil.

Rofi Tri Kuncoro, Wakil Administratur KPH Mantingan mengatakan saat memasuki musim penghujan, pihaknya sudah memetakan titik – titik kerawanan pohon tumbang. Yang menjadi kendala, begitu diketahui potensi kerawanan, pohon tidak bisa langsung ditebang. Namun harus melewati prosedur pengajuan ke Perum Perhutani Jawa Tengah maupun Departemen Perencanaan Perum Perhutani di Salatiga. Setelah itu diteruskan kepada Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

Ia membenarkan prosesnya lumayan panjang, karena Perhutani di tingkat daerah tidak mempunyai kewenangan perintah menebang pohon. Meski demikian, bisa saja dalam kondisi mendesak, pohon yang rawan tumbang ditebang dulu, sambil diurus izinnya.

“Ya kalau soal izin tebang pohon memang lama, soalnya sampai ke Kementerian. Izin belum turun, kadang ternyata pohon sudah roboh duluan. Coba kita identifikasi lagi. Yang rawan – rawan di dekat jalan raya akan diprioritaskan penanganannya. Mungkin dengan mekanisme pengajuan izin secara paralel. Ditebang dulu, tapi harus tetap sepengetahuan atasan, “ beber Rofi.

Rofi menambahkan apabila terjadi mobil tertimpa pohon milik Perhutani, pihaknya belum bisa bertanggung jawab penuh. Mengingat hal itu dikategorikan sebagai bencana dan sulit diprediksi. Perhatian Perhutani sebatas memberikan tali asih, tidak sampai menanggung biaya perbaikan 100 %.

“Lha kita ini kan tugasnya menanam pohon ya. Makanya saat ada mobil tertimpa pohon di jalan nasional Kecamatan Bulu, yang punya kita beri pemahaman ini bencana. Kami kadang memetakan pohon ini rawan, ternyata saat cuaca ekstrim, pohon yang semula kami kira baik – baik saja, malah yang roboh, “ imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah mobil Kijang berisi 4 orang tertimpa pohon Mahoni dan Sonokeling milik Perhutani di jalur Rembang – Blora, tepatnya Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Sabtu sore (08/12). Tidak ada korban jiwa, namun mobil mengalami kerusakan parah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *