Bupati Rembang Punya Profesi Lain, Bocorkan Strategi Meramu
Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengunjungi kontes ternak sapi, beberapa waktu lalu.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengunjungi kontes ternak sapi, beberapa waktu lalu.

Rembang – Selain memimpin pemerintahan, Bupati Rembang, Abdul Hafidz ternyata mempunyai profesi lain, yakni sebagai peternak sapi. Saat berbincang dengan Reporter R2B, Hafidz sempat berbagi pengalaman seputar pakan ternak, agar bobot sapi terus bertambah.

Hafidz menuturkan saat ini mempunyai sekira 60 ekor sapi. Pakan ternak sebagian mendapatkan pasokan dari wilayah Pati, sedangkan sebagian lainnya meramu sendiri dengan menggunakan campuran slamper, bekatul, tetes tebu dan bonggol ketela. Selain itu, dirinya terbantu oleh tambahan ilmu yang diperoleh dari browsing internet. Hasilnya cukup memuaskan, karena tiap hari rata – rata bobot sapinya naik 1,3 Kilo gram. Menurutnya kalau kenaikan bobot hanya 6 ons ke bawah per hari, peternak terhitung rugi.

“Jadi tiap Minggu bobot sapi kita timbang. Pokoknya kalau naik hanya 6 Ons, ya peternak rugi. Kalau lebih dari itu, baru untung. Nah, makanya kami terus mencari cara, gimana bobot sapi bertambah melebihi angka itu. Alhamdulilah sedikit demi sedikit membuahkan hasil, “ beber Hafidz.

Hafidz menambahkan kedepan masalah pakan ternak perlu diimbangi dengan pengembangan inovasi. Lebih – lebih bisa menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Minimal untuk pakan ternak alternatif, sehingga tidak menggantungkan produk daerah lain.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Sulistyono menyatakan pihaknya beberapa waktu lalu mengadakan pelatihan tekhnologi tepat guna (TTG) pakan ternak. Peserta berasal dari Desa Tegaldowo, Dowan dan Suntri Kecamatan Gunem. Selain mendatangkan instruktur, Dinpermades juga membagikan 3 unit mesin pengolah pakan. Setiap unit harganya Rp 25 Juta, kemudian dihibahkan kepada tiga desa tersebut.

“Warga dilatih bikin pakan ternak dari janggel jagung. Setelah itu dicampur dengan konsentrat. Nyatanya sampai saat ini jalan bagus kok, “ terangnya.

Sulistyono menambahkan 3 desa di Kecamatan Gunem itu menjadi semacam percontohan. Jika nantinya berhasil, program serupa akan diperluas untuk desa – desa lain. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *