Soal Operasi Kendaraan Di Gang, Begini Penjelasan Polisi
Suasana Operasi Zebra Candi yang digelar Satlantas Polres Rembang.
Suasana Operasi Zebra Candi yang digelar Satlantas Polres Rembang.

Rembang – Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Rembang membantah jika dituding menggelar operasi kendaraan di dalam gang – gang sempit, terutama selama Operasi Zebra Candi berlangsung.

Kepala Unit Registrasi Dan Identifikasi Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Sulkan menjelaskan polisi tidak bermaksud menggelar operasi di dalam gang. Melainkan cara tersebut berfungsi untuk menutup gang, agar para pelanggar tidak kabur ketika razia kendaraan. Selain menjaring pengguna kendaraan yang tidak membawa surat – surat, tetapi juga jenis pelanggaran lain, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya motor “bodong”.

“Kan sering itu ada pelanggar lari menghindari razia, kemudian masuk gang. Kami bukan operasi di dalam gang, tetapi menutup gang. Tujuannya ya pelanggar itu menyadari. Kalau ndak punya SIM, segera ngurus. Ketika lupa membawa STNK kendaraan, karena ditilang, maka lain hari mau cek ricek sebelum berkendara, “ tuturnya.

Iptu Sulkan menambahkan dengan menggiatkan operasi semacam itu, diharapkan kedisiplinan masyarakat semakin meningkat. Tujuan akhirnya, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat, kasus kecelakaan mengakibatkan rata – rata 3 orang meninggal dunia setiap bulan. Menurut hasil survei, kecelakaan merupakan pembunuh tertinggi nomor 2, setelah perang. Hal itu harus ditekan, karena kecelakaan turut menyumbang angka kemiskinan.

“Yang meninggal dunia karena kecelakaan, ya ada usia produktif, dan usia dewasa. Di Kabupaten Rembang minimal yang meninggal dunia 3 orang tiap bulan. Belum lagi se Jawa Tengah dan Indonesia. Kalau kecelakaan yang rugi siapa, ya masyarakat juga. Apalagi jika tanggungan BPJS nggak cukup, pasti akan jual harta benda, “ imbuh Sulkan.

Operasi Zebra Candi sudah berlangsung sejak tanggal 30 Oktober lalu dan rencananya berakhir tanggal 12 November mendatang. Dari data pelanggaran lalu lintas, paling banyak disebabkan pengendara motor tidak membawa helm dan STNK. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *