BPNT Menuai Sorotan, Pemkab Berikan Solusi
Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengisi talkshow “Halo Bupati”.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengisi talkshow “Halo Bupati”.

Rembang – Program bantuan pangan non tunai (BPNT) sebagai pengganti Raskin menuai sorotan masyarakat, karena cukup banyak data penerima yang dianggap tidak tepat sasaran.

Saat talkshow “Halo Bupati” di Radio R2B, Senin malam (05 November 2018), Lamijan, seorang warga Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber menyatakan di kampungnya ada keluarga kaya, tapi masih mendapatkan bantuan pangan non tunai. Ia mendesak agar bantuan tidak tepat sasaran dicabut saja, kemudian dialihkan kepada keluarga miskin yang lebih berhak.

“Di sini yang keluarga punya motor, rumah bagus, malah dapat bantuan. Sedangkan yang miskin kok nggak dapet. Kalau ini dibiarkan kan rawan. Nggak banyak memang, tapi ada, “ kata Lamijan.

Mendengar keluhan tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan berdasarkan peraturan pemerintah, bagi penerima program keluarga harapan (PKH) sebanyak 39 ribuan keluarga, secara otomatis mendapatkan bantuan pangan non tunai. Yang di luar PKH, sekira 39 ribuan rentan memicu permasalahan, karena diakui ada data belum sesuai.

“Bahkan ada anak kecil dapat, kemudian serumah 3 orang dapat. Data ini kita korek semua. Makanya persoalan – persoalan yang muncul diinventarisir, “ ungkap Hafidz.

Hafidz menambahkan solusinya, kepala desa dapat mengganti penerima yang tidak tepat sasaran. Asalkan penggantinya juga terdata dalam data base kemiskinan tahun 2015 lalu. Apabila calon penggantinya belum masuk data base, tentu tidak bisa.

“Sudah diberi solusi, kalau yang miskin gak dapat bantuan, bisa diusulkan bulan berikutnya. Tapi kalau kaya kok dapat, bisa digantikan oleh warga miskin lain yang sudah terdata dalam data base kemiskinan. Karena kuota terbatas, maka desa bisa buat perankingan. Misalnya di Desa A terdapat 100 keluarga, kuota 70, ya diranking sesuai tingkat kemiskinan, “ imbuhnya.

Hafidz menjanjikan data program bantuan pangan non tunai akan diperbarui tiap 6 bulan sekali. Saat ini pembagian Raskin atau beras keluarga sejahtera (Rastra) sudah resmi dihentikan dan digantikan bantuan pangan non tunai. Keluarga penerima manfaat mendapatkan kartu seperti ATM. Kartu tersebut tinggal dibawa ke warung maupun toko yang sudah ditunjuk pihak bank. Penerima akan mendapatkan beras dan telur. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *