Kisah Yayuk, Berjuang Dari Luar Ring
Sri Wahyuningsih memberikan semangat kepada putrinya, Shaka Chandra Dewi, ketika ajang Porprov Jawa Tengah, belum lama ini.
Sri Wahyuningsih memberikan semangat kepada putrinya, Shaka Chandra Dewi, ketika ajang Porprov Jawa Tengah, belum lama ini.

Sulang – Wanita yang satu ini mendukung penuh putrinya untuk menggeluti olahraga keras, seperti tinju dan Muay Thai. Bahkan tak jarang rela mendampingi sang buah hati ketika bertarung di luar daerah.

Yah..begitulah sekilas cerita Sri Wahyuningsih, wanita berusia 43 tahun, warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang. Kebetulan anak pertamanya, Shaka Chandra Dewi (20 tahun) menjadi atlet Muay Thai, sebuah cabang olahraga tinju bebas.

Wanita yang biasa dipanggil Yayuk ini mencontohkan ketika Shaka berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Solo, beberapa waktu lalu, dirinya harus bolak – balik Rembang – Solo. Sejak babak penyisihan sampai final, turut menyaksikan langsung putrinya berlaga di atas ring. Ia berulang kali berdo’a demi keselamatan sang putri, sekaligus mampu meraih kemenangan.

Yayuk menyadari persiapan Shaka kurang optimal, karena konsentrasi terpecah antara menjalani pemusatan latihan dengan kuliah. Namun perolehan medali perak dalam Porprov Jawa Tengah, baginya harus tetap disyukuri.

“Saya rutin datang ke Solo beri semangat. Berangkat dari Rembang jam 01.00 dini hari juga nggak masalah mas. Demi anak, rela bolak – balik. Ditanya kasihan sama anak nggak, ya kasihan sich. Kebetulan Shaka kuliah di STIE YPPI. Antara jam latihan sama kuliah sering bentrok, ya bagaimana pinter – pinternya ngatur, “ ujarnya.

Yayuk menambahkan tiap kali sebelum bertanding, ia selalu mengingatkan agar Shaka percaya diri dan mematuhi arahan pelatih. Harapannya kedepan prestasi olahraga Kabupaten Rembang semakin baik. Tidak hanya Muay Thai, tetapi juga cabang olahraga lain.

“Shaka itu kadang kan maunya sendiri. Dikasih tahu pelatih, membantah. Makanya saya ingatkan harus patuh dengan instruksi pelatih. Selain itu, jujur, jangan lupa jujur. Ojo sakkarepe dewe (jangan seenaknya sendiri-Red-).

Sementara itu, Shaka Candra Dewi mengaku kedatangan ibunya di sekitar ring menjadi penyemangat untuk lebih tampil maksimal. Do’a dari sang ibu, menurutnya sulit tergantikan.

“Adik saya nggak tega kalau melihat saya bertanding. Sebenarnya kalau bisa, ibu di rumah saja, biar nggak tahu saya adu pukul dengan lawan. Cuman beliaunya nggak mau, pengin lihat katanya, “ ungkap Shaka. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *