Dibalik Anak Punk Mendadak Semangat Benahi Jalan Rusak, Kok Bisa ?
Komandan Kodim Rembang, Letkol Arh. Andi Budi Sulistianto menyalami anak punk di Balai Manunggal. (gambar atas) Anak punk ikut dilibatkan dalam pengerjaan jalan di lokasi TMMD Reguler.
Komandan Kodim Rembang, Letkol Arh. Andi Budi Sulistianto menyalami anak punk di Balai Manunggal. (gambar atas) Anak punk ikut dilibatkan dalam pengerjaan jalan di lokasi TMMD Reguler.

Bulu – Kodim Rembang menginginkan anak – anak punk yang sering menggelandang di jalanan, dapat diorganisir untuk menunjang kegiatan positif.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Arh. Andi Budi Sulistianto menuturkan pihaknya sempat mendatangkan belasan anak punk ke Balai Manunggal Kodim, untuk diberi pembinaan. Setelah itu mereka dikerahkan menuju lokasi program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler di Dusun Ngotoko Desa Pasedan, guna ikut membantu perbaikan jalan.

Andi menyatakan anak punk selama ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai kalangan yang tidak berguna, tetapi pihaknya justru mendorong agar mereka terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, yang muara tujuannya membangun Kabupaten Rembang. Karena cukup potensial mendapatkan wadah berkarya, ia menyarankan anak punk membentuk organisasi, sehingga lebih mudah dimobilisasi dan tidak berjalan liar.

“Keterlibatan anak punk dalam TMMD reguler ini baru awal. Kedepan bisa saja anak punk dikerahkan untuk karya bhakti maupun kegiatan sosial. Jadi masyarakat nggak memandang anak punk sebagai sampah, tapi memberikan manfaat bagi kemajuan Kabupaten Rembang. Yang paling susah adalah mengumpulkan anak punk, karena sering jalan sendiri – sendiri, makanya saya sarankan bentuk organisasi, “ tuturnya.

Letkol Arh. Andi Budi Sulistianto menambahkan selama membantu perbaikan akses jalan menuju Dusun Ngotoko, anak punk bahu membahu. Bahkan mereka tampak semangat bekerja bersama dengan anggota TNI. Ditargetkan 3 hari menjelang penutupan TMMD tanggal 13 November 2018, semua kegiatan fisik maupun non fisik dapat selesai.

“Kalau jalan makadam sudah selesai. Sampai hari ini masih tersisa 200 an Meter jalan cor beton. Kami upayakan 3 hari sebelum penutupan sudah beres, “ imbuh Andi.

Selain anak punk, kegiatan TMMD di Dusun Ngotoko Desa Pasedan, juga menjadi daya tarik komunitas motor trail, sepeda klasik maupun komunitas jeep. Mereka ikut datang membantu, demi memajukan dusun terpencil di perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora itu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *