Relawan Rembang Dikirim Ke Lokasi Jatuhnya Lion Air, Siapa Mereka ?
Dua relawan Ubaloka Rembang, Selasa sore mendapatkan pengarahan sebelum berangkat ke Karawang.
Dua relawan Ubaloka Rembang, Selasa sore mendapatkan pengarahan sebelum berangkat ke Karawang.

Rembang – Pasca jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Pramuka Kabupaten Rembang, Selasa sore (30 Oktober 2018) mengirimkan relawan untuk membantu proses evakuasi korban maupun bangkai pesawat.

Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Rembang, mengerahkan 2 orang relawan terbaiknya yang tergabung dalam Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka), untuk ikut membantu di lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang. Keduanya yakni Syaiful Halim (25 tahun) warga Candisari Pamotan – Kecamatan Pamotan dan Khoirul Umam (20 tahun), warga Desa Kedung Ringin Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Begitu ditunjuk untuk berangkat ke Karawang, keduanya langsung menyiapkan perbekalan, semisal pakaian rescue, helm, masker, radio komunikasi dan sarana perlengkapan lainnya.

Salah satu relawan, Khoirul Umam mengatakan berangkat dari Sanggar Pramuka Jl. Pemuda Rembang, menuju sebuah rumah yang menjadi posko Kwartir Nasional di Cijantung, Jakarta Timur, berkumpul dengan relawan dari daerah lain. Setelah pengarahan, baru menuju tempat tugas sesuai pembagian.

“Saya senang bisa ikut berpartisipasi, apalagi keluarga juga mendukung kok. Yang jelas nggak ada persiapan khusus. Yang penting kondisi fisik harus sehat, karena bisa saja nantinya akan sering di laut, “ tuturnya.

Relawan lain, Syaiful Halim mengaku rela meninggalkan isterinya yang hamil 7 bulan, demi ikut misi kemanusiaan. Kebetulan keluarganya sangat mendukung, meski ia sendiri baru saja pulang dari daerah bencana gempa bumi di Lombok – Nusa Tenggara Barat.

Mengenai gambaran tugas, kemungkinan siaga di dekat Pelabuhan Tanjung Priok, guna membantu mengamankan puing – puing pesawat. Tapi seandainya diterjunkan ke lokasi tengah laut, bagi Halim harus siap.

“Spesialisasi saya kebetulan di water rescue, tadi pamit sama isteri yang hamil tua. Alhamdulilah mengizinkan, karena sudah memahami tugas sebagai relawan. Bangga rasanya, tiap ada operasi – operasi SAR skala daerah maupun nasional, saya sering ikut terlibat, “ ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Yusuf, selaku pengurus Kwarcab gerakan Pramuka Kabupaten Rembang menyatakan pihaknya memilih Halim dan Umam, lantaran mempunyai pengalaman di bidang penyelamatan. Ia sebatas berpesan supaya dalam misi membantu di lokasi musibah, tetap menjaga kesehatan dan mampu menempatkan diri dengan baik.

“Jaga nama baik Pramuka Rembang. Yang pasti keselamatan pribadi tetap diutamakan. Berangkat sampai pulang dalam kondisi selamat, kami hanya nitip do’a semoga lancar, “ kata Yusuf.

Menurut rencana para relawan asal Rembang berada di Karawang selama seminggu, menyesuaikan perkembangan proses evakuasi korban jatuhnya pesawat. Sebelumnya, pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang – Jawa Barat, Senin pagi (29/10). Di dalam pesawat itu terdapat 189 orang penumpang dan krew. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *