Ide Menarik PMI Rembang, Ingin Manfaatkan Bangunan Sekolah Tidak Terpakai
Pelantikan anggota PMR. (gambar atas) Ketua PMI Kabupaten Rembang, Bayu Andriyanto bergoyang maumere bersama PMR di Taman Kartini, Minggu pagi.
Pelantikan anggota PMR. (gambar atas) Ketua PMI Kabupaten Rembang, Bayu Andriyanto bergoyang maumere bersama PMR di Taman Kartini, Minggu pagi.

Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang ingin memanfaatkan gedung – gedung sekolah yang tidak terpakai, untuk merawat kaum lanjut usia, orang terlantar dan gelandangan terganggu kejiwaannya.

Ketua PMI Kabupaten Rembang, Bayu Andriyanto menyampaikan hal itu saat pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR) se Kabupaten Rembang di obyek wisata Taman Kartini, Minggu pagi (28 Oktober 2018), sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Menurutnya, gagasan tersebut ditandai dengan kaderisasi sampai tingkat kecamatan, sehingga ketika PMI menjalankan program, tidak akan kesulitan sumber daya manusia.

“PMI Rembang kantornya baru, adik – adik boleh main kesana. Selanjutnya untuk program tahun depan, pelayanan PMI bisa dalam bentuk merawat Lansia, orang terlantar, maupun orang gila. Gedung sekolah yang nggak terpakai, bisa kita manfaatkan, “ tutur Bayu.

Bayu yang juga Wakil Bupati Rembang ini menambahkan regenerasi PMI sangat diperlukan, guna menumbuhkan sedini mungkin semangat kepedulian. Apalagi belakangan ini pengaruh perkembangan tekhnologi, rentan memicu generasi muda hanya disibukkan dengan HP (gawai). Ia berharap kalangan Palang Merah Remaja mampu menjadi penggerak dalam berbagai misi kemanusiaan.

“Kalau orang sudah makai baju PMI, mau panas atau hujan, nggak kerasa. Semangat ini yang akan saya gelorakan terus sampai ke bawah. Soalnya anak – anak zaman now kalau nggak dikasih arahan, bawaannya pengin main HP terus. Lha kalau di sekolah masih bawa HP nggak, “ tanyanya langsung dijawab tidak oleh anggota PMR.

Dalam kegiatan tersebut, kali pertama 1.100 anggota Palang Merah Remaja dari jenjang SD – SMA se Kabupaten Rembang berjalan kaki mulai kawasan Alun – Alun menuju Taman Kartini. Seusai upacara pembukaan, mereka meramaikan suasana dengan Goyang Maumere. Setelah itu, mengikuti lomba yel – yel dan poster dengan topik menolong korban bencana. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *