Hari Sumpah Pemuda, Yukk Diintip Kisah Ismi Sang Pejuang Kemanusiaan
Ismi Wahyuning Putri, warga Desa Mondoteko menunjukkan piagam penghargaan atas kepedulian mendonorkan darahnya.
Ismi Wahyuning Putri, warga Desa Mondoteko menunjukkan piagam penghargaan atas kepedulian mendonorkan darahnya.

Rembang – Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober, kami akan mengangkat profil seorang wanita pejuang kemanusiaan, sebagai pendonor darah. Dari semula berniat membantu sesama, kini donor darah ibarat sudah menjadi kebutuhan.

Yah..namanya Ismi Wahyuning Putri, warga RT 03 RW 02 Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang Kota. Ismi sejak masih duduk di bangku SMA tahun 2008 sampai sekarang, rutin mendonorkan darahnya. Tercatat sudah lebih dari 25 kali menjadi pendonor.

Ismi mengaku memiliki golongan darah A plus. Selama rentang waktu 10 tahun, dirinya sempat vakum mendonorkan darah, karena mengalami kecelakaan lalu lintas, kemudian pada saat hamil dan menyusui bayi.

“Vakumnya kira – kira 4 tahun. Saya kena musibah kecelakaan. Kebetulan minum obat dari dokter, kala itu posisi masih kuliah di Jogja. Habis itu pas menyusui bayi. Setelah nggak menyusui, kemarin ditelefon ada yang butuh golongan darah A plus, ya langsung datang ke PMI, “ bebernya.

Wanita berusia 27 tahun tersebut menambahkan rutin mendonorkan darah, karena mempunyai 2 tujuan. Selain untuk membantu warga yang membutuhkan, donor darah diyakini meningkatkan kesehatan tubuh. Selama masih mampu, ia bertekad akan terus mendonorkan darah.

“Kalau nggak donor, rasanya badan malah capek. Maka pengin sekali mendonorkan darah lagi. Insyaallah 50 atau bahkan sampai 100 kali. Momentum Hari Sumpah Pemuda ini bisa menjadi pelecut semangat, “ imbuh Ismi.

Ismi yang menjadi pegawai harian lepas di instansi Disperindagkop Dan UMKM Kabupaten Rembang ini, pada Minggu pagi (28 Oktober 2018) menerima penghargaan dari pihak Palang Merah Indonesia Kabupaten Rembang, bersama dengan belasan pendonor lainnya. Ismi termasuk pendonor termuda yang berjasa mendonorkan darah di atas 25 kali. Baginya, donor darah bukan untuk mencari penghargaan, melainkan lebih karena misi kemanusiaan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *