Lewati Pertarungan Menegangkan, Muay Thai Sumbang Emas Untuk Rembang
Pengurus KONI, Pengcab Muay Thai dan atlet dari Kabupaten Rembang foto bareng. (gambar atas) Petarung Muay Thai, Dwi Ani Retno Wulan digendong oleh Wakil Ketua KONI, usai meraih medali emas.
Pengurus KONI, Pengcab Muay Thai dan atlet dari Kabupaten Rembang foto bareng. (gambar atas) Petarung Muay Thai, Dwi Ani Retno Wulan digendong oleh Wakil Ketua KONI, usai meraih medali emas.

Solo – Cabang olahraga Muay Thai, hari Selasa (23 Oktober 2018) menyumbangkan 1 medali emas dan 2 medali perak dalam pertarungan cukup menegangkan di Gedung PKP Ngabeyan, Sukoharjo.

1 medali emas di event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah ini diperoleh atlet Muay Thai dari Desa Ngulahan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang Dwi Ani Retno Wulan. Dwi Ani menundukkan lawannya Marnia Safitriningsih asal Kota Salatiga, pada nomor 51 Kg putri.

Sebelumnya, atlet asal Desa Samaran, Kecamatan Pamotan – Rembang, Dian Nuriyanita pada partai final kalah saat menghadapi Alvi Oktaviana dari Kabupaten Cilacap. Dian sang putri kepala desa Samaran tersebut, harus puas mengantongi medali perak.

Atlet terakhir yang berlaga, Shaka Chandra Dewi dari Desa Pedak, Kecamatan Sulang kalah ketika meladeni Arifatul Laili dari Kabupaten Grobogan. Shaka juga mendapatkan medali perak.

Dari serangkaian pertandingan tersebut, kontingen Kabupaten Rembang sempat kecewa dengan hasil Dian Nuriyanita melawan Alvi. Pasalnya, Dian mendominasi pertarungan, tapi justru dinyatakan kalah oleh dewan juri.

Dian mengungkapkan hasil itu memang di luar dugaan, karena sejak awal dirinya merasa yang memenangkan laga. Pukulan telaknya berulang kali mendarat ke wajah lawan.

“Saya habis bertanding langsung nangis, karena mengira saya yang menang. Tapi apapun itu, ya sudahlah. Saya kedepan ingin tampil lebih baik, “ ujar atlet berusia 18 tahun ini.

Official cabang olahraga Muay Thai Kabupaten Rembang, Musyafa Musa mengatakan setelah berkoordinasi dengan Ketua Pengurus Cabang Muay Thai, Yon Suprayoga dan pelatih Muay Thai, Sena Kurnia Putra, pihaknya memutuskan untuk tidak melayangkan protes.

“Jadi ketika protes, mekanismenya harus bayar Rp 1 Juta dulu. Baru kemudian nilai juri dibuka. Kalaupun protes, prediksi kami nggak akan merubah hasil, lha buat apa. Kami berharap atlet nggak berkecil hati. Anggap saja, perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu ini yang terbaik buat kita, sambil pengurus melakukan evaluasi, “ bebernya.

Di sepanjang pertandingan Muay Thai, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang, Sutardjo hadir langsung menyaksikan. Bahkan banyak rombongan dari cabang olahraga lain yang sudah tidak bertanding, ikut datang memberikan semangat.

Termasuk ketika petarung Dwi Ani Retno Wulan sukses menyumbangkan medali emas. Begitu turun ring, Dwi langsung digendong oleh Wakil Ketua KONI, Sujito.

Ketua KONI Kabupaten Rembang, Sutarjo menyatakan salut atas prestasi Muay Thai.

“Atlet, pelatih dan pengurusnya luar biasa semangat. Jadi kenapa saya sejak babak penyisihan sampai final, di sini terus mendampingi. Kami ingin cabang ini dikembangkan, karena Rembang sebenarnya punya banyak potensi, “ pungkas Dirut PD. BPR BKK Lasem ini.

Sampai Selasa siang, Kabupaten Rembang sendiri baru mengemas 2 medali emas. 1 emas sebelumnya disumbangkan dari nomor senam lantai. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *