Datangi Gedung Dewan, Ketua IP2R Lontarkan Pernyataan Mengejutkan
Para pedagang Pasar Rembang menggelar audiensi dengan DPRD di ruang paripurna, Senin (15/10).
Para pedagang Pasar Rembang menggelar audiensi dengan DPRD di ruang paripurna, Senin (15/10).

Rembang – Lebih dari 99 % pedagang pasar Rembang menolak pindah ke lokasi bekas pasar hewan di kawasan Kampung Baru, Desa Sumberejo Rembang. Mereka tetap menghendaki pasar dipertahankan di lokasi sekarang.

Hal itu terungkap saat ratusan pedagang pasar mendatangi gedung DPRD Rembang, Senin (15 Oktober 2018).

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Rembang (IP2R), Muhtadi  melontarkan pernyataan mengejutkan. Berdasarkan hasil jajak pendapat, 1.260 pedagang menolak pasar dipindah. Sedangkan 3 orang pedagang setuju pindah, itupun menurutnya ada unsur ketakutan.

Kekhawatiran tersebut muncul, jika pedagang menolak pasar dipindah, suatu saat pasar akan dibakar. Muhtadi menyerukan kesiapsiagaan, termasuk meminta bantuan kepada aparat kepolisian.

“Pedagang yang setuju pasar dipindah, karena kena teror. Teror takut kalau pasar dibakar. Kalau memang benar, maka kebakaran pasar bisa jadi disengaja. Kami bukannya nggak mau ditata. Monggo ditata, asalkan pasar tetap di sini, “ jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Subakti menanggapi aspirasi pedagang akan disampaikan kepada Bupati, Abdul Hafidz. Namun yang jelas, Pemkab memindahkan pasar, karena sejumlah pertimbangan. Pasar baru kondisinya lebih bagus, agar tidak kalah dengan pasar modern. Selain itu, bertujuan untuk penataan kota pada masa mendatang.

“Akan kita teruskan kepada Bupati, seperti apa nantinya. Tapi kami punya alasan – alasan kenapa pasar dipindah. Salah satunya bikin pasar yang representatif, agar tetap mampu bersaing, “ beber Subakti.

Selama di gedung DPRD, para pedagang menuntut anggota DPRD untuk mendukung penolakan pemindahan pasar Rembang. Akhirnya seluruh perwakilan fraksi meneken tanda tangan pada selembar surat pernyataan yang dibawa Ikatan Pedagang Pasar Rembang. (Wahyu Adhi/ Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *