Lokasi Pembukaan TMMD Dipindah, Ternyata Ini Alasannya
Penataan jalan menuju Dusun Ngotoko Desa Pasedan, melalui program TMMD reguler, Jum’at pagi (12/10).
Penataan jalan menuju Dusun Ngotoko Desa Pasedan, melalui program TMMD reguler, Jum’at pagi (12/10).

Bulu – Pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler di Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, dipindah. Dari yang semula akan berlangsung di lapangan Desa Pasedan, akhirnya dipindah ke lapangan Desa Kemadu, Kecamatan Sulang.

Kepala Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kusman menjelaskan saat disurvei Kodim Rembang, posisi lapangan Pasedan dianggap miring dan kurang layak. Makanya dipindah menuju lapangan Desa Kemadu, yang berjarak sekira 7 kilo meter dari Desa Pasedan. Namun setelah pembukaan, para pejabat tetap akan meninjau lokasi TMMD reguler di Dusun Ngotoko, dengan menggunakan mobil jeep. Begitu selesai, baru dilanjutkan ramah tamah di Balai Desa Pasedan.

“Kan yang datang banyak pejabat penting, termasuk pak Wagub Jawa Tengah. Jadi ya nggak apa-apa prosesi pembukaan dipindah, demi kelancaran. Soal dari lapangan Kemadu sampai Ngotoko, sesuai rapat koordinasi sudah disiapkan 15 mobil jeep. Katanya pak Bupati mau nyetir sendiri, “ jelasnya.

Kusman menambahkan meski program TMMD belum dibuka, namun proyek perbaikan jalan sudah dimulai jauh – jauh hari sebelumnya. Mulai dari makadam hingga cor beton. Jum’at siang (12/10) sudah mencapai 40 %, sedangkan sisa 60 % akan diteruskan sampai menjelang penutupan TMMD.

Masyarakatnya sendiri sangat antusias mendukung kegiatan tersebut. Per hari ada 10 – 15 warga yang dikerahkan, guna membantu penataan infrastruktur.

“Sekarang motor matic mau ke sana pun nggak masalah, dulunya bisa nyanggrok batu. Kemarin saya juga sudah liat langsung kesana. Makasih banget buat TNI, jadi warga mau bepergian sekarang sudah enak. Salut buat TMMD, “ imbuh Kusman.

Pembukaan TMMD Reguler rencananya digelar hari Senin, 15 Oktober 2018. TMMD Reguler mendapatkan sokongan anggaran Rp 600 juta, untuk kegiatan fisik dan non fisik. TMMD baru ditutup, setelah sebulan berjalan. TMMD reguler semacam ini skalanya lebih besar, sedangkan untuk imbangan dalam bentuk TMMD sengkuyung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *