Darji : “Tidak Usah Takut, Kami Beri Batasan Waktu Sampai Sabtu…”
Guru honorer di Kabupaten Rembang, mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka juga mengancam mogok, jika tidak ada kepastian pengangkatan menjadi calon aparatur sipil negara.
Guru honorer di Kabupaten Rembang, mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka juga mengancam mogok, jika tidak ada kepastian pengangkatan menjadi calon aparatur sipil negara.

Rembang – Komisi D DPRD Rembang, yang membidangi masalah pendidikan mengimbau kalangan guru honorer, untuk tidak mogok, sebagai buntut tuntutan mereka diangkat menjadi calon aparatur sipil negara (CASN).

Ketua Komisi D DPRD Rembang, Henri Purwoko mengatakan pihaknya sudah menampung aspirasi guru honorer. Lembaga DPRD mendukung perjuangan guru honorer, dengan meneruskan surat desakan kepada pemerintah pusat. Tapi Henri berharap sebaiknya guru honorer jangan mogok kerja, karena akan berdampak terhadap pendidikan anak – anak. Andaikan guru tetap ngotot mogok, yang penting pendidikan para pelajar jangan sampai terbengkalai.

“Akan menjadi baik jika DPRD seluruh Indonesia sama – sama menyuarakan masalah ini. Pemerintah mestinya mau mendengar. Kami menyadari guru honorer mungkin kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat. Tapi mohon tidak mengabaikan nasib pendidikan anak – anak. Mereka generasi emas yang harus kita sayangi, “ tutur Henri, Selasa (09/10).

Sebelumnya, seribuan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) Kabupaten Rembang menuntut diangkat menjadi aparatur sipil negara atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mereka memberikan batasan waktu sampai hari Sabtu, tanggal 13 Oktober 2018, harus sudah ada jawaban dari pemerintah pusat. Jika tidak, mulai tanggal 15 – 31 Oktober, guru honorer serempak untuk mogok.

Darji, Ketua Forum Honorer Indonesia Kabupaten Rembang meminta kepada seluruh guru honorer ikut berpartisipasi.

“Pak Kepala Dinas Pendidikan sudah tahu rencana mogok ini, tidak usah takut, maka dari itu saya minta partisipasi. Yang penting tertib dan aman. Saya sendiri sudah berumur 55 tahun, mau cari apa. Semua murni untuk memperjuangkan nasib temen – temen, “ kata Darji.

Dalam seleksi CASN tahun ini, tenaga honorer di sejumlah daerah melancarkan aksi protes. Salah satu yang paling disoroti aturan pembatasan usia maksimal 35 tahun. Akibatnya, banyak guru honorer yang berusia di atas 35 tahun tidak bisa diangkat menjadi CASN, padahal mereka sudah mengabdi cukup lama. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Darji : “Tidak Usah Takut, Kami Beri Batasan Waktu Sampai Sabtu…”

  1. Pak DARJI sampai merah matanya dan berkaca-kaca.. salaut dengan Beliau.. semoga cita cita yang kita sampaikan kepada Pemkab Rembang bisa terealisasi dengan lancar..
    Salam 1 jiwa GTT PTT Kab. Rembang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *