Deklarasi Pemilu Damai, 5 Parpol Tidak Datang
Pengurus partai politik meneken tanda tangan saat deklarasi Pemilu damai. (Gambar atas) Pengurus partai politik bersama Bawaslu dan aparat berfoto selfie usai deklarasi, Senin (01/10).
Pengurus partai politik meneken tanda tangan saat deklarasi Pemilu damai. (Gambar atas) Pengurus partai politik bersama Bawaslu dan aparat berfoto selfie usai deklarasi, Senin (01/10).

Rembang – 5 partai politik tidak hadir dalam penandatanganan deklarasi Pemilu 2019 damai, bersih dan bermartabat yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang di Pendopo Museum Kartini, Senin (01 Oktober 2018).

Kelima partai politik tersebut diantaranya Partai Persatuan Pembangunan, PDI Perjuangan, Perindo, Garuda, dan Partai Bulan Bintang. Kegiatan deklarasi hanya diikuti oleh perwakilan 11 partai politik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menjelaskan momentum tersebut menjadi ikatan moral bahwa partai politik memiliki kepedulian mewujudkan Pemilu yang bersih. Harapannya, semangat itu mampu diteruskan kepada tim sukses dan konstituen masing – masing.

Belum diketahui pasti, kenapa pengurus 5 partai politik tidak hadir. Pihaknya akan berembug, apakah banner deklarasi memungkinkan bisa disusulkan bagi pengurus partai politik yang tidak datang.

“Kegiatan ini dibiayai oleh APBN, bulan Oktober ini SPJ nya harus beres. Yang jelas semua pengurus partai politik kami undang, yang nggak datang kemungkinan sibuk atau gimana, nggak tahu. Kemarin ada kegiatan serupa di Polres, yang datang juga cuman 4 partai politik, “ tuturnya.

Perwakilan dari Partai Golkar, Yusuf Hadi Setiawan mengatakan pada salah satu butir deklarasi tercantum tidak akan menggunakan politik uang. Ia berharap tak sekedar formalitas, namun bisa benar – benar dilaksanakan. Termasuk Bawaslu beserta jajaran ikut meningkatkan pengawasan terhadap masalah tersebut.

Pria warga Desa Kemadu, Kecamatan Sulang ini menganggap masyarakat sudah semakin pintar menyikapi perkembangan demokrasi. Tinggal harus diimbangi dengan kesadaran antar sesama calon legislatif untuk menciptakan demokrasi yang lebih berkualitas.

“Yang penting nggak ceremonial saja, tapi semangat ini meluas sampai ke bawah. Kalau prediksi saya, money politics nggak terlalu parah dibandingkan Pemilu lalu. Buktinya kemarin waktu Pilgub Jawa Tengah, tanpa ada pancingan, masyarakat mau datang ke TPS. Apalagi kali ini Pemilu serentak. Bareng dengan Pilpres juga kan, semoga partisipasi pemilih meningkat, “ kata Yusuf.

Sebelum Deklarasi Pemilu Damai, Bersih Dan Bermartabat, Bawaslu Kabupaten Rembang menggelar pertunjukan wayang kulit sekira 1 jam, dengan dalang Ki Supriyanto bersama groupnya dari Desa Woro, Kecamatan Kragan. Ki Supriyanto mengambil lakon “Demokrasi Belantara”, memberikan pesan siapa saja yang melakukan cara – cara kotor, suatu saat akan terjungkal. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *