Bupati Rembang Jelajahi Bandung, Ohh Ternyata Ini Tujuannya
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (tengah) saat berada di Bandung, Jawa Barat.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (tengah) saat berada di Bandung, Jawa Barat.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz baru saja pulang dari Bandung, Jawa Barat pekan ini. Orang nomor satu di Kabupaten Rembang tersebut mendatangi sejumlah lokasi di Kota Kembang, untuk mengetahui langsung apa saja konsep wisata dan penataan pedagang kaki lima di Bandung, yang layak dikembangkan di daerahnya.

Selama di Bandung, Abdul Hafidz didampingi Sekretaris Daerah, Subakti dan Kabag Humas Pemkab, Kukuh Purwasana. Mereka mengunjungi sejumlah titik, seperti floating market di Lembang, Bandung, kemudian memantau pusat – pusat kuliner. Menurutnya perlu ada pemetaan, mana saja yang bisa diterapkan di Kabupaten Rembang. Mengingat salah satu visi misinya menjadikan obyek wisata sebagai pilar andalan.

“Saya liat – liat, kalau hanya begini Rembangpun bisa sebenarnya. Kemudian saya liat pusat kuliner sampai pukul 22.30 Wib. Tidak harus sama dengan Bandung, nanti malah jadi Bandung kedua. Yang jelas, ada sesuatu layak kita adopsi, “ tuturnya.

Hafidz menambahkan menjabat Bupati selama 2 tahun 7 bulan. Ia menyadari sampai dengan penganggaran tahun ketiga, sektor pariwisata dan penataan kota belum begitu banyak disentuh.

Alasannya, Pemkab Rembang masih memprioritaskan pembangunan yang berkeadilan. Namun pihaknya berjanji untuk anggaran tahun ke 4 dan ke 5, akan lebih banyak difokuskan pada sektor pariwisata dan menata kota. Disamping juga menyempurnakan penataan infrastruktur yang belum tuntas. Kalau tidak didukung dengan konsep matang, Bupati khawatir penataannya menjadi kurang fokus.

“Sisa 2 tahun anggaran, 2020 dan 2021, kami rencanakan kegiatan untuk mendongkrak pariwisata dan ekonomi secara luas. Mulai sekarang harus ada konsep – konsep yang bisa dilaksanakan pada saat tahun ke 4 dan ke 5 nanti. Sengaja saya turun sendiri, “ imbuh Hafidz.

Sementara itu, Sekda Rembang, Subakti mengungkapkan kali pertama ingin menentukan branding untuk Kabupaten Rembang. Apakah Rembang Kota Legenda, memperhitungkan Kecamatan Lasem yang memiliki sejarah panjang atau memilih branding lainnya.

“Branding tersebut menjadi penting, agar wisatawan lebih mudah mengingat Kabupaten Rembang, “ ujar Sekda. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *