Akhir Dari Bakal Caleg Koruptor, KPU Rembang Menyatakan Sikap
Komisioner KPU Kabupaten Rembang, menunjukkan surat edaran dari KPU RI dan mengecek berkas Bacaleg Partai Hanura, Kamis (20/09).
Komisioner KPU Kabupaten Rembang, menunjukkan surat edaran dari KPU RI dan mengecek berkas Bacaleg Partai Hanura, Kamis (20/09).

Rembang – Pasca putusan Mahkamah Agung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, hari Kamis (20/09/2018) menetapkan mantan koruptor dalam daftar calon tetap (DCT) Pemilu Legislatif 2019. Calon tersebut sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena menabrak Peraturan KPU No. 20 tahun 2018.

Polemik mengenai mantan terpidana kasus korupsi boleh menjadi calon legislatif atau tidak, akhirnya terjawab melalui putusan mahkamah agung.

Di Kabupaten Rembang, ada 1 nama bakal caleg yang juga ketua DPC Partai Hanura, Mochammad Nur Hasan pernah menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan mushola. Ia divonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang tahun 2015 lalu.

Nur Hasan melayangkan sengketa gugatan ke Bawaslu, begitu dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang. Bawaslu mengabulkan permohonan Nur Hasan.

Meski demikian KPU tidak serta merta memasukkan nama Mochammad Nur Hasan, karena terjadi tarik ulur perbedaan pendapat. Hingga muncul putusan Mahkamah Agung, membolehkan mantan terpidana korupsi maju menjadi calon legislatif, asalkan yang bersangkutan mengumumkan statusnya sebagai terpidana kepada masyarakat.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang, M. Salam mengatakan pihaknya juga sudah menerima surat edaran dari KPU pusat. Salah satu isinya menyebutkan bakal Caleg mantan terpidana korupsi yang dikabulkan permohonannya oleh Bawaslu, maka dinyatakan memenuhi syarat. Menurut Salam, berdasarkan hasil pemeriksaan berkas persyaratan yang diserahkan oleh Mochammad Nur Hasan, semuanya sudah lengkap. Nama yang bersangkutan akan dimasukkan dalam daftar calon tetap atau DCT.

“Kalau nggak lengkap, sebenarnya diberi waktu 3 hari untuk melengkapi berkas persyaratan dan KPU diberi waktu 2 hari untuk verifikasi. Tapi ternyata berkas persyaratan dari Nur Hasan sudah lengkap. Nggak ada masalah. Makanya akan kami masukkan dalam daftar calon tetap, “ terangnya.

Salam menambahkan setelah penetapan daftar calon tetap hari Kamis, akan dilanjutkan dengan pengumuman DCT kepada masyarakat antara tanggal 21 – 23 September 2018. Pengumuman DCT memanfaatkan portal website KPU Kabupaten, melalui media koran dan dipasang di papan pengumuman depan sekretariat KPU.

“Di media cetak ini ada 2 koran. Kita buat berurutan. Jadi rentang waktunya antara tanggal 21 sampai 23 September. Kalau masyarakat mau lihat ke sini langsung, juga monggo, “ imbuh Salam.

Jumlah bakal Caleg di Kabupaten Rembang semula mencapai 455 orang. Saat tahapan pengajuan perbaikan berubah 451 orang. Setelah itu yang tidak memenuhi syarat 8, sehingga berkurang menjadi 443.

Belakangan ada 1 bakal Caleg dari Partai Hanura daerah pemilihan Kecamatan Lasem dan Pancur mengundurkan diri.

Karena ada 2 orang bakal Caleg yang awalnya tidak memunuhi syarat menjadi memenuhi syarat, yakni Suparman Bacaleg Partai Nasdem Kecamatan Sumber dan Kaliori dan Mochammad Nur Hasan, sehingga total daftar calon tetap (DCT) untuk memperebutkan kursi DPRD Rembang sebanyak 444 orang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *