“Kisah Kaki Palsu, Asuransi Dan Jamaah Yang Tak Kuasa Menahan Tangis…”
Kuntum Khairu Basa, saat berada di Desa Trahan, Kecamatan Sluke, baru – baru ini.
Kuntum Khairu Basa, saat berada di Desa Trahan, Kecamatan Sluke, baru – baru ini.

Rembang – Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi, membuat Kuntum Khairu Basa, yang dulu pernah maju menjadi calon Wakil Bupati Rembang, kini memilih memperjuangkan asuransi bagi korban kecelakaan.

Saat datang ke Desa Trahan, Kecamatan Sluke, belum lama ini, Kuntum mengisahkan tragedi kecelakaan yang menimpanya di Tol Cipali. Ia kala itu pingsan dan ketika sadar sudah terbaring di rumah sakit. Setelah kejadian tersebut, dirinya menggunakan kaki palsu. Waktunya pun lebih banyak diisi untuk aktivitas sosial keagamaan.

Kebetulan Kuntum belakangan ini aktif mengikuti kelompok pengajian Ar-Rohmah Desa Trahan. Pria berusia 38 tahun tersebut mempersilahkan kepada masyarakat terutama jamaah Ar-Rohmah untuk mengajukan asuransi kepadanya jika mengalami kecelakaan. Begitu mengalami luka, korban akan dibantu Rp 300 Ribu. Apabila sampai meninggal dunia, ahli waris korban berhak mendapatkan santunan Rp 3 Juta.

Kuntum kemudian mendo’akan kepada para jamaah bisa mendapatkan berkah dan selalu mengedepankan tolong menolong. Menurutnya, hidup harus selalu bermanfaat untuk orang lain.

“Asuransi ini di luar Jasa Raharja. Kita nggak berharap mengalami kecelakaan. Tapi kalau musibah itu datang, silahkan hubungi saya, nanti kita bantu. Untuk jamaah Ar-Rohmah insyaallah dapat semua. Tapi saya selalu berharap bapak ibu sekalian mendapatkan umur yang panjang dan hidupnya bermanfaat untuk orang lain, “ ujarnya.

Saat menghadiri pengajian di Desa Trahan tersebut, Kuntum sempat bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Subhakti yang kebetulan juga diundang. Subhakti mengungkapkan Kuntum dulu pernah maju dalam bursa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, tetapi gagal terpilih. Meski pernah mengalami musibah kecelakaan, ternyata Kuntum sampai sekarang tidak pernah lupa dengan massa konstituennya.

“Nyalon Wakil Bupati pernah, Nyaleg juga sudah. Mas Kuntum ini punya potensi banter larinya, meski dengan fisik seperti ini. Salut, sampai sekarang nggak lupa dengan konstituennya, “ kata Subhakti.

Momen mengharukan terjadi, saat Kuntum Khairu Basa naik ke atas panggung memberikan sambutan, mewakili pimpinan jamaah Ar-Rohmah. Naik turun panggung, Kuntum sempat kesulitan, karena harus menggunakan tongkat dan berjalan tertatih – tatih. Pemandangan itu membuat jamaah tak tega melihat, bahkan sejumlah diantaranya tampak mengusap air mata. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *