Gerakan Bersih – Bersih Sampah Menyisakan Masalah, Picu Kekumuhan Baru
Sampah yang dipunguti, kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik dan karung masih menumpuk di pinggir Pantai Balongan, Kragan, Senin siang.
Sampah yang dipunguti, kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik dan karung masih menumpuk di pinggir Pantai Balongan, Kragan, Senin siang.

Kragan – Usai gerakan memungut sampah dalam “World Clean Up Day” hari Sabtu (15/09), sampah yang dimasukkan ke dalam puluhan karung, sampai Senin siang (17 September 2018), masih menumpuk di pinggir Pantai Balongan Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan.

Kepala Desa Balongmulyo, Dari Darnawan mengatakan dengan kondisi tersebut, menurutnya justru memicu masalah lain. Padahal sejak awal kegiatan, sudah ada koordinator yang menyampaikan siap mengangkut sampah. Namun kenyataannya tidak demikian. Ia berulang kali menerima protes dari pedagang di pinggir Pantai Balongan, gara – gara tumpukan plastik dan karung berisi sampah, membuat pemandangan kumuh. Karena sampai Senin sore belum diambil, pihaknya mengerahkan angkutan sendiri, untuk mengambil tumpukan sampah tersebut.

“Kalau sampah diangkut sendiri atau dibakar sebenarnya bisa – bisa saja. Cuman kemarin kan ada rambu – rambu nanti mau diangkuti, lha kok ternyata sampai sekarang belum. Yang tanggung jawab kalau seperti ini siapa, “ kata Dari.

Dari Darnawan menilai gerakan bersih – bersih sampah bagus. Akan jauh lebih baik tidak sekedar formalitas, tetapi bisa menjadi program rutin. Setelah sampah terkumpul, diharapkan ada petugas dari Dinas Lingkungan Hidup mengangkut sampah. Mengingat sampah kiriman maupun sampah yang dihasilkan para pedagang Pantai Balongan, termasuk cukup banyak.

“Kita rutin bersihkan sampah di sini, tapi memang belum maksimal. Pengelola Pantai Balongan harapannya kedepan ada pengambilan rutin tiap hari, demi kelancaran obyek wisata, “ ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Suharso menyebutkan di setiap kecamatan, sudah ada yang ditunjuk untuk menangani pengangkutan sampah, selama World Clean Up Day. Mestinya bisa ditangani secara swadaya.

Soal pengangkutan sampah secara rutin, menurutnya ruang lingkup pelayanan masih terbatas, menyesuaikan dengan kekuatan tenaga dan jumlah armada truk sampah. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Gerakan Bersih – Bersih Sampah Menyisakan Masalah, Picu Kekumuhan Baru

  1. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di 1 titik itu saja melainkan di 14 kecamatan. 14 Kecamatan itu jaraknya tidak dekat dan titiknya tidak hanya 1 sedangkan jumah armada penjemputan sangat terbatas, selain untuk menjemput sampah dr aksi bersih bersih mereka juga harus melakukan kegiatan rutin setiap harinya dari desa ke desa mengangkut sampah di setiap TPS. Dari panitia sudah menghimbau untuk titik penjemputan sampah dijadikan 1 titik tetapi Kecamatan Kragan tidak mengindahkan himbauan tersebut. Jadi mohon kesabarannya, bukan sampah dibiarkan begitu saja pasti akan diambil tetapi memang tidak bisa selesai 2 – 3 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *