Pasutri Dihantam Bus Indonesia, Pengguna Jalan Diimbau Waspadai Jalur Ini
Sepeda motor korban. (gambar atas) Korban kecelakaan tergeletak di pinggir jalur Pantura Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Jum’at siang.
Sepeda motor korban. (gambar atas) Korban kecelakaan tergeletak di pinggir jalur Pantura Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Jum’at siang.

Lasem – Pasangan suami isteri (Pasutri) mengalami kecelakaan di jalur Pantura Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Jum’at (14 September 2018) sekira pukul 10.30 Wib.

Keduanya yakni Taryono (44 tahun), pengendara sepeda motor Honda Revo, dan isterinya, Sumini (39 tahun) yang membonceng. Pasangan ini warga Desa Bendo, Kecamatan Sluke.

Semula sepeda motor melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya Pantura Desa Bonang, diduga motor berjalan terlalu ke kanan. Dari arah berlawanan, berjalan kencang Bus Indonesia L 7574 UV yang dikemudikan Joko Suhartono (43 tahun), warga Desa Glagahan Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Bus langsung menghantam sepeda motor tersebut, sehingga Taryono dan isterinya jatuh terpental. Taryono dan Sumini sama – sama menderita luka cukup parah di bagian kaki.

Suparno, seorang pengguna jalan yang melintas di TKP mengaku sempat menghentikan sejumlah kendaraan untuk menolong korban, tapi tidak ada yang mau. Kebetulan tiba anggota Koramil Lasem, setelah itu langsung menghubungi anggota Unit Laka di Pos Lasem. Begitu polisi datang, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dr. R. Soetrasno Rembang, untuk menjalani perawatan.

“Saya baru saja pulang dari Sluke, melihat ada 2 orang tergeletak di pinggir jalan. Yang paling parah suaminya, karena sempat pingsan. Kaki kanannya yang terluka nggak tega saya ngeliatnya. Pantura sempat macet tadi, “ ucapnya.

Kepala Unit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Ipda Ryan Mitha Pangesti membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, pihaknya sudah mengamankan sopir bus untuk diminta keterangan. Ipda Ryan juga mengingatkan kepada pengguna jalan lebih waspada dan memperlambat kecepatan kendaraan, karena jalur antara Bonang – Binangun terdapat sejumlah tikungan tajam.

“Korban selamat kok. Tadi yang perempuan bisa diajak komunikasi oleh penyidik kecelakaan, ” tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *