Dana Droping Air Habis, BPBD Tempuh Cara Lain
Penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Rembang.
Penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Rembang.

Rembang – Dana droping air bersih sebesar Rp 57 Juta yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Rembang untuk mengurangi dampak bencana kekeringan, saat ini sudah habis. Padahal bencana kekeringan semakin parah.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Ahmad “Ayub” Makruf menuturkan anggaran itu hanya untuk pengadaan air sebanyak 285 tangki. Pada Minggu pertama bulan September, sudah tidak ada anggaran droping air bersih. Beruntung, sumbangan dari pihak lain non APBD, mulai berdatangan. Semisal dari Bank BRI sebanyak 125 tangki dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang menyalurkan air sebanyak 50 tangki.

“Untuk dana APBD, penyaluran air sudah mulai sejak tanggal 26 Juli lalu. Lha awal bulan September anggaran sudah habis. Untungnya dana CSR di luar APBD mulai ada, sehingga mampu mengurangi beban masyarakat. Mereka tetap koordinasi dengan kami, supaya bantuan tepat sasaran, “ bebernya.

Solusi Keluhan Lambung

Ahmad Makruf menambahkan semula pihaknya dari awal sudah mengajukan anggaran droping air bersih Rp 300 Juta. Namun karena tahun lalu serapan anggaran rendah, sehingga pengajuan direvisi tinggal menjadi Rp 57 Juta.

Kalau sekarang mengusulkan tambahan melalui APBD Perubahan, waktunya  sangat tidak memungkinkan. Solusinya dengan menyurati perusahaan – perusahaan agar mau mengeluarkan dana CSR, untuk membantu droping air. Mengingat sesuai ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), musim penghujan di Kabupaten Rembang, baru terjadi pada awal bulan Desember mendatang.

“Kan kalau mengacu ramalan BMKG, musim kemarau berakhir masih lama ini. Jadinya kita mengetuk kepedulian perusahaan sudi menggelontorkan dana CSR nya. Kami sudah surati Bank Jateng dan Semen Indonesia. Selain itu kita himbau masyarakat menghemat air, “ imbuhnya.

Data di BPBD kabupaten Rembang, penyaluran air bersih sudah merambah ke 36 desa, tersebar di 11 kecamatan. Dampak kekeringan terparah di Kecamatan Sumber, dengan 8 desa. Sedangkan 3 kecamatan yang sejauh ini belum mengajukan bantuan air bersih, meliputi Kecamatan Sarang, Sluke dan Kecamatan Pamotan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *