Belasan Bangunan Di Kaliuntu Akan Dirobohkan, Terungkap 2 Alasannya
Tulisan Komplek Kaliuntu ditutup terpasang di tembok gapura.
Tulisan Komplek Kaliuntu ditutup terpasang di tembok gapura.

Rembang – Khawatir penularan virus HIV – Aids akan semakin menyebar, masyarakat bersama pemerintah Desa Pasar Banggi, Rembang sepakat menutup total komplek Kaliuntu, yang diduga sering untuk praktek esek – esek terselubung.

Seorang tokoh masyarakat Desa Pasar Banggi, Maksum, Kamis pagi (06/09) menyatakan warga difasilitasi pemerintah desa setempat sudah menggelar musyawarah penertiban komplek Kaliuntu. Selain kecemasan terhadap penularan virus HIV/Aids, alasan lain penutupan yakni beberapa kali pernah terjadi perkelahian antar warga di sekitar lokasi, sehingga mengganggu ketentraman.

Maksum menimpali saat ini di gapura masuk Kaliuntu, sudah dipasangi sejumlah tulisan bahwa Komplek Kaliuntu ditutup. Langkah tersebut menjadi salah satu cara agar pekerja seks komersial (PSK) maupun pria hidung belang tidak lagi mendatangi tempat itu.

“Warga sudah lama resah, karena dua alasan itu, HIV dan perkelahian, karena mabuk Miras. Apa ya harus diterus – teruskan. Jadi kalangan pemuda sangat menghendaki penyakit masyarakat di Kaliuntu segera diatasi, “ kata Maksum.

Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno menyatakan lokalisasi Kaliuntu sebenarnya sudah resmi ditutup sejak tahun 1987 silam. Namun belakangan masih saja disalahgunakan oleh mucikari dan PSK. Dirinya mengaku kesulitan memperkirakan jumlah PSK di Kaliuntu, karena sering datang dan pergi. Sebagai bentuk ketegasan menertibkan Kaliuntu, rencananya Jum’at (07/09) pukul 14.00 Wib sehabis Sholat Jum’at, warga siap merobohkan belasan bangunan yang diduga untuk praktek esek – esek.

“Penertiban dengan cara merobohkan bangunan ini merupakan langkah terakhir. Sebelumnya kami sudah beri peringatan, maupun surat tertulis. Setahu saya yang melakukan beginian kan mayoritas orang pendatang, “ kata Kades.

Pantauan Reporter R2B, Kamis siang, kawasan Kaliuntu di sebelah timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tampak lengang. Hanya terlihat sejumlah pria mengobrol di teras rumah mereka. Belum ada tanda – tanda warga pemilik bangunan akan melakukan perlawanan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sebagian penghuni sudah pergi meninggalkan Kaliuntu, sejak beberapa hari lalu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *