Pemain PSIR Berkomentar Soal Bayaran Yang Nunggak Lagi
Pemain PSIR Rembang tampak mengobrol di pinggir lapangan, seusai pertandingan.
Pemain PSIR Rembang tampak mengobrol di pinggir lapangan, seusai pertandingan.

Rembang – Sejumlah pemain PSIR Rembang harus berhutang, karena sudah 2 bulan terakhir gaji mereka belum dibayar.

Khairun Nasikin, salah satu pemain PSIR membenarkan mayoritas pemain sudah tidak mempunyai uang, sehingga harus meminjam, untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari – hari. Meski demikian para pemain tetap berkomitmen memperkuat PSIR.

“Memang sudah nggak pegang uang, nunggak terus soalnya. Ini temen – temen ya mungkin pada pinjem kemana gitu. Harapan kami semoga bayaran bisa lancar. Bagaimanapun hati dan semangat kita tetap buat PSIR, “ kata Nasikin.

Sementara itu pelatih PSIR Rembang, Uston Nawawi menjelaskan timnya akan kembali melakoni laga kandang menghadapi Aceh United, dalam lanjutan kompetisi Liga 2, hari Sabtu (08/09). Ada beberapa pemain yang sementara ini masih cedera maupun kurang fit kondisinya. Tapi pihaknya sudah menyiapkan pemain pengganti. Target menjamu Aceh United, PSIR harus mampu meraih poin penuh. Menurut Uston, terlepas dari masalah non tekhnis gaji, pemain tetap menunjukkan semangat yang tinggi.

“Heru Wibowo kurang fit, makanya saat melawan Persiraja Banda Aceh, digantikan pemain baru, Bachtiar. Abdul Muis, bek tengah sama striker Rudi Santoso ototnya juga ketarik. Terlalu riskan jika dipaksakan sebagai starter. Saya pikir Persiraja tim yang lebih bagus ketimbang Aceh United, kalau melihat kondisi terakhir mereka, “ ungkap Uston.

Sekretaris PSIR Rembang, Budi Suharto menyadari yang dirasakan pemain saat ini. Manajemen sendiri tetap akan berupaya memenuhi hak – hak pemain secara bertahap.

Berdasarkan klasemen sementara Liga 2, PSIR Rembang masih menempati posisi ke-10 dari 12 tim, dengan mengumpulkan 15 poin. Sedangkan calon lawan, Aceh United mengumpulkan 17 poin, berada di posisi ke-7. Untuk pemuncak klasemen sementara, diduduki Semen Padang dengan torehan 28 poin. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *