Kemarau Panjang, Apa Kabar Dengan Sumber Air Kajar?
Sebuah mobil memasuki Desa Kajar Kecamatan Lasem, untuk mengambil air.
Sebuah mobil memasuki Desa Kajar Kecamatan Lasem, untuk mengambil air.

Lasem – Musim kemarau panjang, mengakibatkan sumber air di perbukitan Desa Kajar, Kecamatan Lasem menurun. Namun penurunan debet dapat ditekan, berkat upaya masyarakat menggalakkan penghijauan di daerah perbukitan.

Kepala Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Widayat menjelaskan di kampungnya terdapat hampir 20 an titik sumur, yang airnya dijual. Kebanyakan menggunakan sumur bor dari atas gunung, kemudian dialirkan menuju pinggir jalan raya, tempat mobil – mobil pengangkut air antre berjajar.

Pada waktu kondisi air masih normal, 1 titik sumur biasanya melayani penjualan air untuk 10 mobil per hari. Tetapi sekarang rata – rata 5 – 6 mobil. Jika ditotal setiap harinya, kendaraan pengambil air Kajar berkisar 70 an unit mobil bak terbuka maupun sepeda motor roda tiga Tossa.

“Mereka 70 mobil colt sama Tossa itu kadang kan balik dua kali dalam seharinya. Cuman ya harus nunggu lebih lama, mengingat debet air menurun. Perbandingannya ya signifikan, dibanding saat musim penghujan, “ tutur Widayat.

Widayat menambahkan penurunan debet air kali ini tidak separah tahun – tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan kawasan Gunung Kajar semakin hijau, setelah ada pengembangan obyek wisata. Mayoritas warga penggarap lahan, justru kian gencar menanam bunga kenanga, nangka, dan mangga. Jenis – jenis pohon berukuran besar semacam ini diharapkan mampu menyerap sumber air.

“Kalau tahun – tahun kemarin, turunnya sumber air saya akui cukup parah. Sekarang kan banyak sekali pohon – pohon besar di Gunung Kajar, setelah tempat itu jadi obyek wisata. Salah satunya pohon bunga kenanga, diameternya 1 Meter lebih. Kenanga digandrungi, karena harganya melejit saat mendekati bulan Puasa atau Lebaran kelak, “ imbuhnya.

Sumber air di Desa Kajar, Kecamatan Lasem selama puluhan tahun memiliki peran penting, dalam mencukupi kebutuhan air minum, karena kualitasnya terkenal bagus. Tidak hanya untuk warga di wilayah Lasem dan sekitarnya, namun air Kajar juga diedarkan ke Kota Rembang, melalui penjual keliling. Lebih dari itu, sumber air Kajar juga menjadi andalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Kemarau Panjang, Apa Kabar Dengan Sumber Air Kajar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *