Dibalik Kata Pamitan Cawapres Ma’ruf Amin, Saat Kunjungi Ponpes Al Anwar
Kiai Ma’ruf Amin, bakal Cawapres saat berada di pondok pesantren Al Anwar Sarang, Selasa sore.
Kiai Ma’ruf Amin, bakal Cawapres saat berada di pondok pesantren Al Anwar Sarang, Selasa sore.

Sarang – Bakal calon Wakil Presiden, Kiai Ma’ruf Amin, Selasa sore (04/09) menggelar safari politik ke pondok pesantren Al Anwar di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin menyatakan siap mundur dari posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Begitu tiba di pondok pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, bakal calon Wakil Presiden, Kiai Ma’ruf Amin langsung disambut oleh pengasuh pondok pesantren, sekaligus Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kiai Maimoen Zubair dan Ketua Umum PPP, Romahurmuzzy.

Di hadapan ratusan santri, Kiai Maimoen Zubair menyampaikan pencalonan Kiai Ma’ruf Amin termasuk kewajiban umat, ketika bangsa membutuhkan. Ia mengajak kepada masyarakat menghargai dinamika demokrasi.

“Kalau jadi calon itu termasuk fardhlu kifayah. Kalau nggak ada yang nyalon, ya nggak jadi. Kalau semua nyalon ya nggak jadi. Terserah nanti, saya terserah diri saya, umpamane besok kok ajak – ajak, ya memang wis wayahe (sudah waktunya), “ ujarnya.

Sementara itu bakal calon Wakil Presiden, Kiai Ma’ruf Amin menganggap kepemimpinan nasional sering mengkombinasikan antara Nasionalis dan Islam. Termasuk seperti saat ini, Joko Widodo menjadi pasangannya, merupakan wakil dari Nasionalis dan Islam.

Lebih lanjut Ma’ruf menyatakan kedatangannya ke pondok pesantren Al Anwar Sarang, selain untuk meminta dukungan, sekaligus ingin berpamitan dengan Kiai Maimoen Zubair yang menduduki Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Setelah menjadi bakal calon Wakil Presiden, dirinya memastikan akan mundur dari posisi Rais Aam PBNU.

“Sebagai santri saya ingin sowan sama pak kiai, mohon do’anya. Kebetulan saya Rais Aam, lha beliau Kiai Maimoen Zubair di atasnya Rais Aam. Saya mohon pamit, karena sesuai AD/ART PBNU, saya harus melepaskan posisi Rais Aam. Nanti setelah ditetapkan sebagai calon oleh KPU, “ terangnya.

Meski mundur dari Rais Aam PBNU, namun Kiai Ma’ruf Amin mengklaim dukungan kaum Nahdlatul Ulama kepada pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin tetap solid.

Setelah dari Sarang, Rembang, Kiai Ma’ruf Amin langsung bertolak menuju Jakarta, melaui Bandara Ahmad Yani Semarang.(Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *