Kuatnya Keterikatan Antara Dokumen Kapal Dengan Solar Nelayan
Nelayan di Tasikagung, Rembang menunjukkan jirigen kosong, ketika akan membeli solar.
Nelayan di Tasikagung, Rembang menunjukkan jirigen kosong, ketika akan membeli solar.

Rembang – Masih banyaknya kapal di Kabupaten Rembang belum memiliki dokumen surat tanda kebangsaan kapal atau biasa disebut Pas Kecil, menjadi salah satu penyebab nelayan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Kondisi tersebut rata – rata dialami nelayan kecil yang memiliki kapal bobot di bawah 15 Gross Ton.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Supriyadi menjelaskan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) akan melayani penjualan solar, asalkan nelayan membawa surat rekomendasi dari Dinas Kelautan Dan Perikanan. Sedangkan Dinas Kelautan Dan Perikanan baru menerbitkan surat rekomendasi, manakala nelayan membawa bukti dokumen Pas Kecil Kapal.

Begitu dokumen kapal tidak ada atau sudah mati masa berlakunya, pasti nelayan kesulitan membeli solar. Parahnya saat ini nelayan kecil masih gagap tekhnoklogi, untuk mengurus dokumen kapal yang semuanya menerapkan sistem online.

Sempat muncul tawaran dari sebuah Pom PT. AKR, mereka siap memenuhi kebutuhan nelayan kecil, dengan syarat mengajukan kolektif per kelompok nelayan, disertakan foto copy KTP dan kartu nelayan.

“Jadi ada masalah dokumen kapal yang mencolok, Pas Kecil mati atau tidak punya sejak lama. Nelayan mau ngurus juga bingung dan butuh proses waktu lama. Sementara mereka harus melaut tiap hari. Makanya tawaran AKR terkait kebutuhan solar nelayan kecil, bisa ditindaklanjuti. Sepanjang penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan, “ kata Joko.

Joko Supriyadi menambahkan perwakilan Pertamina, Jum’at pagi (31/08/2018) datang ke kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan, menyampaikan sosialisasi bahwa nelayan tidak boleh membeli solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Nelayan wajib membeli langsung ke SPBN.

Pertamina telah menjanjikan penambahan kuota solar bersubsidi SPBN. Contohnya di SPBN Karanganyar, Kecamatan Kragan, semula menerima 208 ribu liter, bulan Agustus ditambah 48 ribu liter dan selama bulan September akan ditingkatkan menjadi 360 ribu liter.

“Saya kira Pertamina juga membuka diri, jadi mohon pengelola SPBN bisa bergerak aktif, mendata kebutuhan nelayan berapa. Kalau sudah, lekaslah diurus pengajuan tambahan kuota solar. Biar nggak seperti sekarang, SPBN kesannya sering nampak nggak beroperasi, “ bebernya.

Jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan di pesisir pantai utara Kabupaten Rembang terdapat 5 lokasi. Diantaranya Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori, Desa Tasikagung – Rembang, Desa Bonang Kecamatan Lasem, Desa Karanganyar Kecamatan Kragan dan di Desa Sarangmeduro, dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *